Kompas.com - 04/10/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Fabio Quartararo bungkam alias menolak bicara setelah balapan MotoGP Thailand 2022. Pebalap Monster Energy Yamaha itu gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya pada MotoGP pekan lalu.

Manajer tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli, mengatakan, ada sejumlah alasan yang membuat Quartararo tidak tertarik melakukan wawancara dengan media setelah MotoGP Thailand.

Seperti diketahui, dalam balapan kondisi basah, Quartararo gagal meraih poin usai finis di posisi 17.

Baca juga: Biaya Resmi Perpanjangan SIM A dan SIM C per Oktober 2022

Dengan hasil tersebut, Quartararo gagal mendapatkan poin penting untuk mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2022.

Kini, Quartararo hanya terpaut 2 poin dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) di peringkat kedua klasemen MotoGP 2022.

"Tentu saja balapannya tidak berjalan sesuai rencana," ujar Massimo Meregalli dikutip dari Speedweek (4/10/2022).

Baca juga: Konsumen Ditipu Oleh Oknum Sales Saat Beli Mitsubishi Colt Diesel

"Fabio tampaknya sangat kesal dan frustrasi sehingga dia langsung berlari ke kantornya setelah balapan," kata dia.

Meregalli mengatakan, saat ini dirinya belum bisa berbicara banyak dengan Quartararo. Sehingga tim belum bisa mengatakan apapun tanpa mendengar kabar darinya.

"Tentu saja, balapan ini sangat sulit bagi semua orang karena semua sesi latihan berjalan dalam kondisi kering," ucap Meregalli.

Baca juga: Catat! Ini Tiga Titik Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Pusat

Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Austria 2022. Saat ini, Fabio Quartararo tampil di MotoGP Thailand 2022 di Sirkuit Internasional Chang. (Foto oleh Vladimir Simicek/AFP)AFP/VLADIMIR SIMICEK Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Austria 2022. Saat ini, Fabio Quartararo tampil di MotoGP Thailand 2022 di Sirkuit Internasional Chang. (Foto oleh Vladimir Simicek/AFP)

Meregalli mengatakan situasi balapan di MotoGP Thailand sebetulnya mirip dengan MotoGP Indonesia. Namun sayang, Monster Energy Yamaha justru kurang bisa memahami hal yang terjadi di Buriram.

"Kami memiliki situasi yang sama di Indonesia, tetapi kami mampu melakukannya dengan sangat baik, Quartararo raih podium kedua saat balapan," kata Meregalli.

"Mungkin karena gripnya jauh lebih rendah dibanding Mandalika. Saya akan mengatakan itu adalah salah satu alasan utama," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.