Imbas Kenaikan Harga BBM, Mobil Bekas Mesin Kecil Lebih Laris

Kompas.com - 04/10/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga BBM kembali mengalami penyesuaian memasuki Oktober 2022. BBM Pertamina misalnya, kini harga Pertamax terbaru adalah Rp 13.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Sementara harga Pertamax Turbo terbaru adalah Rp 14.950 per liter, dari sebelumnya Rp 15.900 per liter.

Adapun sejak 3 September 2022, Pertalite berada di angka Rp 10.000 per liter, dari sebelumnya Rp 7.650 per liter.

Baca juga: Konsumen Ditipu Oleh Oknum Sales Saat Beli Mitsubishi Colt Diesel

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Meskipun saat ini harga minyak mentah dunia sedang turun, namun isu kenaikan harga BBM subsidi dalam satu bulan terakhir telah berdampak bagi pasar mobil bekas.

Tri Bayu Januar, Head of Sales & Marketing Division PT Serasi Mitra Mobil (Mobil88), mengatakan, ada perubahan tren pencarian mobil bekas setelah kenaikan harga BBM pada September lalu.

“Menurut kami ada potensi seperti itu, artinya konsumen lebih memilih mobil dengan kapasitas mesin lebih kecil,” ujar Bayu, kepada Kompas.com (30/9/2022).

Baca juga: Biaya Resmi Perpanjangan SIM A dan SIM C per Oktober 2022

Meski begitu, Bayu berujar, konsumen yang mencari mobil kapasitas mesin kecil juga bergantung pada kebutuhannya.

“Kalau dia kebutuhannya untuk keluarga yang butuh mobil lebih besar, dia tidak akan pakai cc kecil juga. Tergantung kebutuhannya, misalnya buat sehari-hari, mobilitas cukup tinggi, mungkin dia perlu mobil cc kecil,” kata dia.

Bayu menambahkan, perubahan tren pencarian mobil bekas kepada model-model dengan kapasitas mesin lebih kecil, sebetulnya sering terjadi setiap ada kenaikan harga BBM.

Baca juga: Catat! Ini Tiga Titik Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Pusat

Komparasi LCGC antara Toyota Agya dan Daihatsu AylaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Komparasi LCGC antara Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

“Menurut saya konsumen lagi mengkalkulasi ulang terkait mobilitas mereka sesuai dengan harga BBM, tapi kita sebenarnya cukup optimis, lambat laun ini kan membentuk suatu market baru,” ucap Bayu.

“Sebenarnya ini efek yang selalu terjadi setiap kenaikan BBM. Setiap BBM naik akan ada masa penyesuaian dulu,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.