Soal Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Belum Bisa Lepas dari Perusahaan Asing

Kompas.com - 25/09/2022, 16:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia saat ini masih tak lepas dari peran perusahaan asing atau luar negeri.

Berbagai kerja sama dilakukan oleh perusahaan dalam negeri dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik, namun pihak asing masih punya peran yang penting dalam pengembangannya.

Baca juga: Sosok yang Diduga Royal Enfield Scrambler 650, Muncul di Inggris

Artinya, berbagai kerja sama dengan perusahaan lokal dengan asing sangat berpengaruh untuk membangun sumber daya yang mumpuni.

Direktur Pemasaran PT Intercallin Hermawan Wijaya mengatakan, jika perusahaan baterai lokal masih belum bisa menarik kepercayaan dari perusahaan otomotif.

Karena itu, sebagai salah satu solusi, Hyundai membangun sendiri baterai tech yang menggandeng LG Chem.


“Itu kan jadi jelas bahwa sekelas Hyundai tidak percaya perusahaan lokal. Nah kenapa tidak percaya ? karena tidak ada perusahaan baterai kendaraan listrik lokal sebelumnya. Lalu bagaimana bisa ada perusahaan lokal jika buyer tidak percaya? Itu serba salah,” kata Hermawan kepada Kompas.com, Minggu (25/9/2022).

Sampai saat ini, belum ada pabrik baterai lithium asal Indonesia yang punya kemampuan baik, bahkan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang tengah merencanakan produksi baterai kendaraan listrik hingga saat ini belum memiliki pabrik.

“Dia sudah bicara sejak lama yah sekitar 2019 dibentuknya oleh empat BUMN. Seharusnya mereka punya kemampuan yang sangat luar biasa karena gabungan empat BUMN dengan nilai kapitalnya cukup besar. Nah, sampai hari ini dia belum bisa buat pabrik baterai cell lithium apapun di Indonesia. Dan itu menandakan kita belum mampu,” kata Hermawan.

Baca juga: Hasil MotoGP Jepang 2022: Miller Juara, Bagnaia Kecelakaan dan Marquez Gagal Podium

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi(SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS) Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

Akan tetapi, Hermawan menjelaskan, langkah yang dilakukan oleh IBC tidak salah. Hal tersebut lantaran situasi yang ada saat ini tidak mendukung untuk adanya satu percepatan yang mana banyak pihak tidak terlalu siap secara skala industri.

“Yang terjadi IBC bekerjasama dengan perusahaan besar seperti CATL,LG dan Panasonic sehingga terjadi investasi baru yang ada di Jawa Tengah. Jadi LG itu yang membangun pabrik Cell dengan IBC,” kata Hermawan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.