Kenapa Batasan Usia Bikin SIM Motor Dibuat Berbeda?

Kompas.com - 27/08/2022, 10:41 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com – Pengendara kendaraan bemotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), yang merupakan bukti seseorang dianggap cakap dan layak mengemudikan kendaraan di jalan.

Berdasarkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi terdapat empat persyaratan untuk dapat memiliki SIM, yakni usia, administrasi, kesehatan, dan lulus ujian.

Baca juga: Suzuki S-Presso Catat 189 SPK di GIIAS 2022, Apa Saja Keunggulannya?

Saat ini setiap jenis SIM memiliki batasan usia yang berbeda.

  1. Usia SIM A, SIM C, SIM D, dan SIM D1 minimal sudah berusia 17 tahun
  2. SIM C1 minimal berusia 18 tahun
  3. SIM C2 minimal berusia 19 tahun
  4. SIM A Umum dan SIM B1 minimal berusia 20 tahun
  5. SIM B2 minimal berusia 21 tahun
  6. SIM B1 Umum minimal berusia 22 tahun

Ilustrasi SIM A dan SIM C. Untuk pembuatan SIM baru, pengendara harus menyiapkan biaya pembuatan SIM C, SIM A, SIM B, atau SIM D. Pasalnya, biaya bikin SIM C berbeda dengan jenis SIM lainnya.KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Ilustrasi SIM A dan SIM C. Untuk pembuatan SIM baru, pengendara harus menyiapkan biaya pembuatan SIM C, SIM A, SIM B, atau SIM D. Pasalnya, biaya bikin SIM C berbeda dengan jenis SIM lainnya.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum mengatakan, SIM adalah bukti legitimasi kompetensi seseorang untuk mengemudikan kendaraan bermotor sesuai dengan golongan.

Batas umur pembuatan SIM C1 dan SIM C2 berbeda dengan SIM C biasa sebab dipengaruhi dari kemampuan pengendara. SIM C1 untuk motor di atas 250 cc sampai 500 cc, sedangkan C2 untuk motor di atas 500 cc.

"Di dalam peraturan telah diatur bahwa persyaratan umur untuk membuat SIM C 1 umur 18 tahun dan SIM C2 umur 19 tahun. Persyaratan untuk membuat SIM C1 harus memiliki SIM C dan untuk mendapatkan SIM C2 wajib memiliki C1," kata Budiyanto kepada Kompas.com, Sabtu (27/8/2022).

"Mengemudikan atau mengendarai moge atau motor gede, silindernya lebih besar dibandingkan dengan sepeda motor biasa, dan tentunya mengemudikan kendaraan dengan kapasitas besar tingkat kesulitannya lebih besar," kata dia.

Budiyanto mengatakan perbedaan batas umur untuk pembuatan SIM C1 dan SIM C2 memang diperlukan dan pastinya sudah diperhitungkan oleh pembuat kebijakan.

Baca juga: Audi Umumkan Ikut Formula 1 Musim 2026

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.  Kecelakaan tunggal terjadi di jalan Datuk Pakau tahap I Tanjung Sebauk, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kamis (25/8/2022) pagi.SHUTTERSTOCK/osobystist Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan tunggal terjadi di jalan Datuk Pakau tahap I Tanjung Sebauk, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kamis (25/8/2022) pagi.

"Batas umur minimal saya kira akan memengaruhi cara berpikir, bersikap dan pengendalian emosi pada saat mengendarai sepeda motor," kata dia.

"Adanya perubahan umur persyaratan membuat SIM C1 dan SIM C2 saya kira sudah melalui kajian dan pertimbangan yg matang, sehingga kematangan berpikir, bersikap dan mengendalikan emosi saat berkendara dapat menciptakan berkendara yang aman dan berkeselamatan," ungkap dia.

Budiyanto mengatakan, mengendarai sepeda motor merupakan tindakan yang penuh risiko. Terbukti kata dia mayoritas kecelakaan di jalan umum melibatkan motor.

"Karena kalau dilihat dari data kecelakaan lalu lintas bahwa 60 persen sampai 63 persen melibatkan motor. Mudah-mudahan dengan adanya perubahan umur untuk persyaratan membuat SIM dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.