Cegah Kecelakaan, PPNS Kemehub Diminta Melek Teknologi Penegakan Hukum

Kompas.com - 25/08/2022, 06:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) meningkatkan peran dalam pengawasan dan penegakan hukum dalam hal lalu lintas angkutan jalan (LLAJ).

Hal ini menyikapi tingginya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan orang dan barang, serta kembali maraknya angkutan ilegal juga pelanggaran Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

"Seperti kita ketahui bersama bahwa pada akhir-akhir ini pemerintah dalam hal ini Kemenhub mendapat sorotan tajam terkait dengan terus berulangnya kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa angkutan barang maupun angkutan penumpang sehingga menimbulkan banyak korban jiwa," kata Cucu Mulyana, Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan, dalam keterangan resminya, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Plus Minus kalau Mobil Pakai Peredam Suara

Cucu mejelaskan, makin tingginya mobilitas transportasi yang terjadi saat ini, berpotensi pada kecenderungan pelanggaran terhadap lalu lintas dan angkutan jalan.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk terjadi di KM 544 Ruas Tol Ngawi-Solo, Jalur B , Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tewaskan dua orang, Kamis (18/8/2022).KOMPAS.COM/Polres Sragen Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk terjadi di KM 544 Ruas Tol Ngawi-Solo, Jalur B , Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tewaskan dua orang, Kamis (18/8/2022).

Kondisi tersebut akan sangat sulit apabila dari proses pengawasan dan penindakan hukum masih dilaksanakan secara konvensional. Karena itu, Cucu juga meminta PPNS agar bisa mengikuti perkembangan teknologi.

"Saya mengingatkan kepada para PPNS untuk terus mengikuti perkembangan teknologi seperti penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Weigh in Motion (WIM). Agar ke depannya pemanfaatan teknologi dapat terus dilakukan dalam hal pengawasan dan penegakkan hukum LLAJ," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ, Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, kecelakaan lalu lintas jalan yang terjadi karena pengemudi dikarenakan tiga hal.

Baca juga: Bahaya Goyangkan Mobil Saat Isi BBM

Pertama jika pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan, lalu pengemudi tidak mampu memahami jalan, dan yang terakhir pengemudi tidak mampu memahami pengguna jalan lain.

Kendaraan ODOL melaju di jalan tolKompas.com/HildaAlexander Kendaraan ODOL melaju di jalan tol

"Adapun masalah teknis pada kendaraan yang mengalami kecelakaan diakibatkan pengemudi yang tidak dapat mengendalikan sistem rem, sistem transmisi, sistem kemudi, dan pecah ban," ucap Wildan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.