Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/07/2022, 10:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan di jalan raya dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, begitu juga bagi pengendara motor.

Salah satu faktor penyebab kecelakaan, yakni kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh pengendara sendiri.

Kendati telah memiliki SIM sebagai salah satu syarat dan bukti telah mampu mengendarai motor, namun masih banyak pengendara kendaraan roda dua yang menyepelekan teknik berkendara yang baik.

Alhasil, tidak sedikit pengendara motor yang ugal-ugalan atau ngebut. Bahkan, kebiasaan tersebut juga kerap dilakukan saat motor melintasi jalanan yang sempit. Padahal, kebiasaan ngebut di jalan yang sempit rawan bahaya.

Baca juga: Pakai Fitur Cruise Control, Perhatikan Hal-hal Ini

Menanggapi hal tersebut, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, rata-rata pengendara yang ngebut di jalanan sempit karena kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dan terlalu percaya diri sehingga merasa aman.

"Pengendara tersebut tampaknya biasa melewati jalan yang dilalui, jadi merasa mengetahui situasi jalan tersebut," kata Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.


Kemudian, kurangnya pengetahuan soal keselamatan yang membuat pengendara motor tidak tahu potensi bahaya yang ada. Selain itu kebiasaan memacu motor dalam kecepatan tinggi di jalan sempit juga jadi faktor.

"Biasanya seperti itu, sebutannya akamsi atau anak kampung sini. Jadi ngerasa sudah biasa jalan ngebut di wilayahnya sendiri," kata Agus.

Ilustrasi perempuan pengendara motorSHUTTERSTOCK Ilustrasi perempuan pengendara motor

Baca juga: Pakai Fitur Cruise Control, Perhatikan Hal-hal Ini

Maka dari itu Agus menyarankan, setiap pengendara motor harus mempelajari bagaimana memprediksi bahaya yang ada di jalan raya. Misalnya jika melewati jalan kecil atau gang, maka harus peka untuk mengurangi kecepatan.

Meski tetap menabrak, dengan kecepatan rendah setidaknya kerusakan yang dialami tidak parah. Lalu jika menabrak orang, kemungkinan risiko cedera tidak terlalu parah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.