Punya Mobil Listrik, Jangan Lakukan Ini Agar Garansi Tidak Hangus

Kompas.com - 05/07/2022, 19:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan pemilik mobil untuk memaksimalkan potensi pada suatu kendaraan bermotor agar lebih menarik dan berbeda.

Langkah tersebut bisa dilakukan ke berbagai bagian, dari eksterior, pelek, sampai yang bersangkutan dengan kenyamanan kabin dan kelistrikannya (audio, lampu, dan lain-lain).

Namun bagi para penggemar atau pemilik kendaraan listrik, upaya terkait harus dilakukan lebih hati-hati. Terkhusus, ketika bersangkutan dengan kelistrikan mobil.

Baca juga: Mobil Listrik Honda e Edisi Spesial Meluncur, Cuma 50 Unit

Ilustrasi mesin Suzuki Ertiga HybridDok. SIS Ilustrasi mesin Suzuki Ertiga Hybrid

Pasalnya, sebagaimana dikatakan Asst. to Service Dept Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi, modifikasi pada komponen kelistrikan yang tidak sesuai bisa menyebabkan kerusakan atau mengurangi daya tahan baterai.

"Konsumen juga dilarang untuk melepas baterai Litium-ion sendiri tanpa mekanik bengkel resmi pada produk Suzuki Ertiga Hybrid," katanya pada keterangan resmi, Senin (4/7/2022).

Apabila melanggar, garansi panjang atas baterai Lithium-ion yaitu selama 5 tahun atau 100.000 km yang diberikan perseroan bisa saja hangus.

Selain itu, lanjut Hariadi, diimbau pemilik mobil listrik untuk menghindari menerobos banjir, temperatur di bawah -20°C dan di atas 140°C, hindari dari jangkauan anak-anak.

Baca juga: Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Tak Cukup Atasi Kemacetan Bundaran HI

Suzuki Ertiga Smart HybridSIS Suzuki Ertiga Smart Hybrid

Lalu juga hindari tindakkan mencuci baterai dengan cairan apapun serta mengembalikan limbah baterai Lithium-ion ke bengkel resmi Suzuki.

“Untuk mengoptimalkan daya tahan baterai pada komponen Suzuki Smart Hybrid, kami mengimbau konsumen untuk mengikuti anjuran perawatan seperti yang ada di dalam buku pedoman perawatan kendaraan," kata dia.

"Lalu juga senantiasa melakukan pemeriksaan ringan atas baterai dengan cara mengikuti anjuran pemakaian agar keawetan dan usia pakai baterai terjaga dengan baik," lanjut Hariadi.

Adapun emeriksa baterai Lithium-ion dapat dilakukan secara mudah dan berbarengan dengan perawatan accu maupun komponen lainnya pada kendaraan pada secara berkala.

Baca juga: Imbas Krisis Cip Semikonduktor, Berapa Lama Inden Moge Impor?

Kiat pemeriksaan pertama yang paling mudah dilakukan, memastikan sisa kapasitas daya baterai selalu dalam kondisi yang cukup atau penuh, dengan melihat indikator baterai yang ada di MID.

Apabila kapasitas daya baterai menurun atau berkurang, konsumen disarankan melakukan isi ulang daya baterai dengan cara deselerasi regeneratif saat berkendara maupun rutin menghidupkan mesin jika mobil jarang digunakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.