Angkutan Umum Terbatas, Jakarta Masuk ke Kota Paling Macet di Asia

Kompas.com - 05/07/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comJakarta menjadi salah satu kota paling macet di Asia. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan angkutan umum dalam rangka mengurangi kemacetan, yang merugikan hingga triliunan Rupiah setiap tahunnya.

Djoko Setijowarno Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat menjelaskan, bahwa kota merupakan tentang perpindahan orang bukan mobil. Kondisi di mana urban mobility adalah bagaimana orang dapat berpindah dengan semua pilihan yang ada.

Mobil bukannya dilarang di perkotaan, tapi prioritas pergerakan kota diberikan pada moda yang paling efisien menggunakan ruang jalan.

Baca juga: Diskon SUV Murah per Juli 2022, Rush Rp 16 Juta, XL7 Rp 17 Juta

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Menurut Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu, dominasi penduduk perkotaan (urban population) terhadap jumlah penduduk di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

Di Indonesia, pengguna transportasi umum identik dengan kaum melarat alias kategori captive, karena tidak ada pilihan moda. Lain halnya di mancanegara, penggunanya adalah kaum konglomerat alias orang kaya, meskipun memiliki pilihan moda.

"Kesadaran akan manfaat transportasi umum yang dimulai adanya keputusan politik eksekutif dan legistatif untuk berpihak pada penyelenggaraan transportasi umum," kata Djoko Setijowarno Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat dalam keterangan tertulis, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Makin Marak Aksi Konyol Remaja Adang Truk, Perlu Melakukan Penertiban

Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

Worldometers mencatat pada 2019 jumlah penduduk perkotaan di Indonesia sebanyak 150,9 juta jiwa atau 55,8 persen dari total penduduk Indonesia yang sebesar 270,6 juta jiwa.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, sebanyak 56,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan tahun 2020.

"Sudah barang tentu untuk menggerakkan mobilitas secara bersamaan dalam waktu bersamaan pasti akan memerlukan fasilitas transportasi umum massal," ucap Djoko.

Baca juga: Sudah Naik Dua Kali, Harga Motor Honda Bisa Terkerek Lagi

Djoko menilai jika masing-masing individu mengunakan kendaraan pribadi, tentunya akan menimbulkan kemacetan, peningkatan populasi udara, penggunaan BBM bertambah, tingkat stres warga meningkat. Juga angka kecelakaan juga tinggi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.