Update Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP, Tembus Rp 21.000

Kompas.com - 02/07/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki Juli 2022, kebanyakan SPBU yang ada di Indonesia melakukan penyesuaian harga. Mengingat pada saat ini harga BBM sangat berpengaruh pada harga minyak dunia.

Kenaikan harga dilakukan oleh SPBU Shell untuk semua variannya. Penyesuainnya pun bervariatif, mulai Rp 1.000 sampai Rp 2.410 per liter.

Misal untuk Super, dari Rp 17.500 per liter jadi Rp 18.500 per liter, lalu V-Power dari Rp 18.500 per liter jadi Rp 19.990 per liter. Begitu juga untuk V-Power Nitro+ yang harga pada Juni Rp 19.420 per liter jadi Rp 21.280 per liter.

Baca juga: Mitos atau Fakta, LCGC Tak Konsumsi BBM RON 92 Garansi Bisa Gugur?

Perlu diketahui bahwa saat ini BP-AKR sudah mengoperasikan 13 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Jakarta dan Surabaya. BP-AKR Perlu diketahui bahwa saat ini BP-AKR sudah mengoperasikan 13 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Jakarta dan Surabaya.

Kenaikan paling tinggi ada di varian V-Power Diesel. Pada bulan Juni, harga V-Power Diesel masih Rp 19.460 per liter, namun di Juli jadi Rp 21.870 per liter.

Kemudian untuk SPBU BP, semua variannya juga mengalami penyesuaian harga. Seperti BP 90 dari Rp 16.800 per liter jadi Rp 17.850 per liter dan BP 92 naik Rp 1.000 dari Rp 16.990 per liter jadi Rp 17.990 per liter.

Lalu untuk BP 95 dari yang di bulan Juni dibanderol Rp 17.990 per liter jadi Rp 19.990 per liter dan BP Diesel naik hampir Rp 4.000 dari Rp 17.990 per liter jadi Rp 21.900 per liter.

Baca juga: New Honda ADV 160 Resmi Meluncur, Pakai Mesin PCX


Sedangkan untuk Vivo, hanya varian Revvo 89 yang tidak mengalami kenaikan harga, alias masih Rp 12.400 per liter. Sedangkan Revvo 92 dan Revvo 95 harganya naik dari Rp 13.900 per liter jadi Rp 15.900 per liter (Revvo 92) dan Rp 15.900 per liter jadi Rp 17.900 per liter (Revvo 95).

Sedangkan Pertamina, harga jual setiap variannya masih sama dengan bulan Juni. Namun per Juli 2022, pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar harus menggunakan aplikasi MyPertamina di beberapa wilayah Indonesia.

Baca juga: Pendaftaran Beli Pertalite Dibuka, Belum Termasuk Jabodetabek

Sehari sebelum pemberlakukan Mypertamina beberapa SPBU di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mengalami antrean panjang pengisian BBM.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Sehari sebelum pemberlakukan Mypertamina beberapa SPBU di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mengalami antrean panjang pengisian BBM.

Hal ini dilakukan dalam rangka pencatatan data yang valid agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran. Seperti yang dikatakan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution.

“Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan QR Code ini adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran, bisa dilihat trennya, siapa penggunanya,” ujar Alfian, dalam keterangan tertulis (29/6/2022).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.