Komponen Apa Saja yang Rusak Saat Mobil Terendam Banjir Rob?

Kompas.com - 25/05/2022, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir rob belum lama ini melanda daerah Semarang dan sekitarnya. Efeknya, beberapa ruas jalan tentu terendam dengan air asin, bahkan ada juga kendaraan yang terjebak.

Banjir rob ini adalah air laut yang naik ke permukaan daratan. Sehingga air yang menggenang tidak lah tawar, melainkan asin karena dari laut.

Berbeda dengan banjir biasa, air asin dari banjir rob punya dampak yang lebih parah pada kendaraan. Ada beberapa komponen yang rawan rusak jika mobil baru melewati genangan air asin atau sampai terendam.

Baca juga: Motor Skutik Terendam Banjir Rob, Komponen CVT Bisa Rusak?

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur,  Kamis (19/5/2022). Pasang air laut yang tinggi menyebabkan jalan tersebut tergenang banjir rob dan mengakibatkan kemacetan panjang.ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/5/2022). Pasang air laut yang tinggi menyebabkan jalan tersebut tergenang banjir rob dan mengakibatkan kemacetan panjang.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, mobil yang sudah terendam pasti akan mengalami kerusakan pada rangkaian kelistrikan.

"Kelistrikan itu kan bagiannya dari kabel tembaga, itu pasti di konektornya rawan banget. Rawan karat, bisa terjadi short circuit (korsleting) atau bahkan putus," ucap Suparna kepada Kompas.com, Selasa (24/5/2022).

Selain itu, komponen elektronik atau sensor yang ada di bagian bawah kendaraan juga bisa rusak. Misalnya seperti sensor oksigen yang ada di bawah knalpot, ada juga sensor ABS di masing-masing roda.

Baca juga: Apakah Posisi Ban Tak Lurus Saat Parkir Bikin Rusak Power Steering?


"Mau air asin atau enggak asin, sama-sama merusak. Khusus air yang asin, ada tambahan kerusakan bisa mengenai komponen mekanis seperti joint, kaki-kaki, bodi, dan sebagainya," kata Suparna.

Suparna menjelaskan, air tawar biasanya cuma merusak komponen elektronik. Sedangkan yang non elektronik belum tentu langsung rusak, kecuali dalam jangka panjang.

"Yang kerendam itu biasanya dia akan cepat karatan, itu perbedaannya dibanding air biasa," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.