Kompas.com - 23/05/2022, 18:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan sepeda motor telah mendesain mesin dengan kompresi tertentu, termasuk soal rekomendasi jenis bahan bakar yang baiknya digunakan. 

Motor dengan rasio kompresi di bawah 10:1 hingga 9:1, direkomendasikan menonsumsi bensin RON 90 seperti Pertalite. Untuk rasio kompresi di atas 10:1 sampai 11:1, idealnya pakai bensin RON 92 seperti Pertamax.

Sedangkan motor dengan rasio kompresi di atas 11:1, disarankan menggunakan bensin RON 98 seperti Pertamax Turbo.

Baca juga: Suzuki Ertiga Hybrid Sudah Bisa Dipesan, Tanda Jadi Rp 2 Juta

Namun pada praktiknya, masih banyak ditemui pengendara yang menggunakan BBM beroktan lebih rendah dibanding rekomendasi pabrikan.

Padahal kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk bagi performa mesin bila dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang panjang.

Warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong Asep Suherman mengatakan, sering memakai bensin di bawah rekomendasi membuat perfoma motor menjadi tidak optimal.

Salah satu yang terasa adalah berkurangnya akselerasi atau tarikan motor. Hal ini dikarenakan adanya pengikisan komponen mesin akibat kerak pada bagian ruang bakar.

“Munculnya kerak disebabkan motor sering menggunakan bahan bakar kualitas rendah yang mengakibatkan pembakaran kurang sempurna,” ucap Herman, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Benarkan Konsumsi BBM Oktan Rendah Bisa Rusak Fuel Pump?

Jika dibiarkan, bagian silinder akan ikut terkikis yang berakibat keausan terhadap komponen mesin. Lalu, faktor pembakaran yang kurang sempurna ini juga bisa memengaruhi kualitas oli mesin.

PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan avtur. Menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi ini dipastikan aman dan lancar.KOMPAS.COM/HADI MAULANA PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan avtur. Menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi ini dipastikan aman dan lancar.

“Oli mesin jadi cepat kotor. Baiknya gunakan bahan bakar yang baik, sesuai rekomendasi motornya tersebut. Sehingga, pembakaran mesin sempurna dan keawetan komponen mesin tetap terjaga,” ujar Herman.

Menurut Herman,  salah satu tanda pembakaran kurang baik karena mengonsumsi BBM oktan rendah, biasanya akan timbul asap putih dari knalpot dan suara mesin kurang halus serta gejala-gejala mesin lainnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.