Kompas.com - 28/04/2022, 18:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mudik Lebaran 2022 sudah di depan mata. Mudik menggunakan sepeda motor tidak direkomendasikan, tapi nyatanya tak sedikit yang pulang kampung memakai motor.

Sebelumnnya pemerintah memprediksi bahwa akan ada 23 juta mobil dan 17 juta motor yang dipakai untuk mudik tahun ini.

Baca juga: [VIDEO] Jeep Compass, Mengenal Sosok Keluarga Jeep Paling Murah

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengingatkan kembali buat pemudik yang menggunakan motor untuk tidak melakukan perjalanan malam hari.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

"Pilih waktu keberangkatan. Jangan melakukan perjalanan malam hari dengan alasan lebih sepi dan lebih dingin," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (26/4/2022).

Jusri mengatakan, kenalap jangan berkendara jauh terutama menggunakan motor malam hari, karena mata manusia memang tidak dirancang untuk melihat di kegelapan.

"Saat malam hari visibilitas kita rendah atau menurun. Seterang-terangnya lampu jalan dan lampu motor, jauh lebi terang siang hari. Tidak ada alasan oke," katanya.

Sejumlah petugas Kepolisian memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah petugas Kepolisian memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Baca juga: Catat, Operasional Satpas SIM Selama Libur Lebaran

Pada malam hari, manusia ditakdirkan untuk isrirahat sehingga oksigen juga dikurangi. Akhirnya perjalanan malam hari membuat optensi mengantuk lebih besar.

"Yang ngantuk bisa kita atau orang lain. Orang lain mengantuk itu ancaman buat kita di jalan. Kemudian pengguna jalan lain juga belum tentu tertib. Kita sudah tertib mereka tidak," kata Jusri.

"Artinya ancaman kita besar sekali kalau malam. Visibilitas kita turun, lubang tidak terlihat, batu dan pasir di jalan tak terlihat. Jadi jalan malam hari lebih merugikan dibanding siang," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.