Kompas.com - 29/03/2022, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi lagi kasus penyalahgunaan strobo oleh pengemudi kendaraan bermotor yang tidak berwenang. Terjadi baru-baru ini di jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, seorang pria memakai strobo dan berkendara di lajur yang berlawanan arah.

Saat menjalankan aksinya, pria tersebut mengaku sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

"Dari arah Gadog itu dia sudah menyalakan lampu strobo serta sirine, dan mengambil lajur yang berlawanan dengan lajur yang seharusnya ada," kata Kepala Kepolisan Resor (Kapores) Bogor AKBP Iman Imanuddin seperti dikutip Kompas.com, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Fortuner Daus Mini Pakai Lampu Strobo, Diancam Denda Rp 250.000

Iman mengatakan, motifnya adalah supaya jalan lancar. Pengemudi yang berstatus mahasiswa ini dikenakan Pasal 263 KUHP dan terancam kurungan enam tahun penjara.

Perlu diingat lagi, kendaraan sipil atau kendaraan pribadi dilarang untuk memakai strobo dan sirine.

"Strobo, sirene hanya digunakan oleh pihak-pihak tertentu. Yaitu damkar, ambulans, polisi, TNI ataupun mobil-mobil kebersihan. Dan itupun harus ada warnanya," ucap Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Warna strobo juga memiliki aturan dan fungsi masing-masing. Misal, warna biru digunakan oleh petugas kepolisian, dan merah untuk ambulans.

Ilustrasi ambulans.dok.Astra Ilustrasi ambulans.

Baca juga: Biaya Kepemilikan Hyundai Creta sampai 5 Tahun, Per Hari Rp 28.000

Terkait pemilik kendaraan pribadi yang sembarangan menggunakan strobo dan sirene, Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam menjelaskan penegakan hukum akan tetap dilakukan.

"Untuk kendaraan sipil dilarang untuk menggunakan strobo. Penggunaan rotator atau strobo hanya diperuntukkan untuk kendaraan bermotor yang memiliki hak utama, lampu isyarat warna merah atau biru dan sirene," ucap Jamal pada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian juga akan terus melakukan penegakan hukum bagi pemilik kendaraan bermotor yang melanggar ketentuan ini.

"Penegakan hukum tetap kita laksanakan terhadap kendaraan sipil yang tidak mematuhi aturan penggunaan rotator atau strobo dan sirene," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.