Jawaban MGPA Seandainya MotoGP Indonesia Terpaksa Ditunda

Kompas.com - 07/03/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, masih dalam tahap pembenahan dan ditargetkan selesai 10 Maret 2022. Sebab, seri kedua MotoGP musim ini akan digelar pada 18-20 Maret 2022.

Tak sedikit yang mempertanyakan apakah pengaspalan ulang bisa berjalan tepat waktu dan aspalnya bisa bertahan. Tapi, selain aspal, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi digelarnya Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Baca juga: Update Sirkuit Mandalika, Pengaspalan Ulang Sudah Dimulai

Contohnya, hujan deras yang terjadi pada malam digelarnya balapan MotoGP Qatar 2009. Akhirnya, balapan terpaksa diundur sehari menjadi Senin.

Suasana saat para pebalap dan kru tim tergesa-gesa kembali ke paddock di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Sirkuit Mandalika jelang Race 1 kelas World Superbike, Sabtu (20/11/2021).Kompas.com/Alsadad Rudi Suasana saat para pebalap dan kru tim tergesa-gesa kembali ke paddock di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Sirkuit Mandalika jelang Race 1 kelas World Superbike, Sabtu (20/11/2021).

Sementara itu, pada balapan MotoGP Inggris 2018 terpaksa dibatalkan juga karena cuaca. Hujan deras membuat genangan air cukup tinggi dan berbahaya untuk motor balap MotoGP.

Wakil Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Cahyadi Wanda, mengatakan, pihaknya sebenarnya siap dengan segala skenario. Apabila memang benar-benar terjadi pembatalan, tentu akan ada proses refund.

Baca juga: MGPA Jelaskan Faktor-faktor Penyebab Rusaknya Aspal Sirkuit Mandalika

"Tapi, apakah akan diundur ke hari berikutnya. Keputusan itu sebenarnya akan terjadi di hari H, ketika FIM dan Dorna, serta semua yang ada di Race Control memutuskan balapan ini harus ditunda atau seperti apa," ujar Cahyadi, saat media briefing, belum lama ini.

Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok. Dok. Chaerul Manek Ismail/Shutterstock.com Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok.

Cahyadi menambahkan, sebenarnya saat gelaran World Superbike (WorldSBK) 2021 pun sempat hampir terjadi. Sebab, curah hujan yang terlalu besar.

"Akhirnya, balapan harus ditunda dan baru akan dilakukan di hari berikutnya. Tiket yang penonton batal menonton bisa dapat berlaku kembali di hari berikutnya," kata Cahyadi.

Cahyadi menegaskan, soal balapan akan diundur atau dibatalkan, keputusannya tetap ada di pihak FIM, Dorna Sports, dan Race Direction, bukan di pihak ITDC atau MGPA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.