Karena ODOL, Tiap Tahun Perawatan Jalan Tol Makan Dana Rp 1 Triliun

Kompas.com - 04/03/2022, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, peredaran truk Over Load Over Dimension (ODOL) sampai saat ini masih menjadi salah satu sumber kerugian negara.

Kondisi tersebut karena setiap tahunnya, negara harus melakukan perbaikan permukaan jalan tol yang rusak karena ODOL dengan estimasi biaya sebesar Rp 1 triliun.

"Kendaraan yang mutan lebih dan dimensi lebih sudah menjadi biaya yang sangat besar. Kalau di Bina Marga itu Rp 43 triliun per tahun untuk biaya belanja jalan, kalau di jalan tol perkiraan kami itu, at least coservative numbers kita Rp 1 triliun per tahun," ucap Danang, dalam Webinar Infrastruktur untuk Indonesia, Rabu (2/3/2022).

Baca juga: Belajar dari Kejadian Sopir Truk Dianiaya, Jaga Emosi dan Fokus Mengemudi

Untuk mengatasi hal itu, bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Danang mengatakan sudah ada beberapa langkah-langkah penanganan untuk mengatasi masalah ODOL khususnya di jalan tol.

Truk ODOLBUDI SETIYADI Truk ODOL

Salah satu penanganan pengendalian kendaraan ODOL yang sudah di uji cobakan adalah dengan menggunakan teknologi Weigh in Motion (WIM) di ruas Jalan Tol Tanggerang-Merak.

Tak sekadar bisa menimbang bobot kendaraan tanpa perlu berhenti saja, tapi WIM tadi juga bisa mengukur kendaraan yang kelebihan dimensi karena dilengkapi dengan dimension scanner.

Baca juga: Masih Banyak yang Belum Paham Risiko Truk ODOL Dipaksa Beroperasi

Razia Truk ODOLJASA MARGA Razia Truk ODOL

"Ada dua teknologi yang kita terapkan dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa diterinstalasi dengan baik, sehingga 2023 bisa beroperasi penuh. Pertama itu kita punya dimension scanner dan jembatan timbang berjalan, jadi kendaraan tak perlu dihentikan lagi," ucap Danang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.