Apakah Benar Mesin Mobil Bisa Mati Saat Melintasi Rel Kereta Api?

Kompas.com - 02/03/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengaruh medan magnet di sekitar perlintasan kereta api kerap menjadi momok tersendiri bagi pengendara mobil. Pasalnya lingkungan itu dipercaya jadi penyebab utama kendaraan mogok atau mesin mobil mati tiba-tiba saat hendak melintas.

Alhasil tidak sedikit kecelakaan kendaraan yang terlibat dengan kereta api saat melintasi perlintasan tersebut.

Seperti contoh kecelakaan yang menimpa satu unit mobil sedan Suzuki Baleno di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 261 di Desa Sogo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Anang Purwo mengatakan, kecelakaan lalu lintas itu diduga terjadi karena kurang pengemudi memperhatikan situasi sekitar, mobil itu melintas bersamaan dengan datangnya kereta api Kertajaya.

Baca juga: Honda Siap Luncurkan Motor Adventure CRF190L

“Tak hanya itu, mesin mobil tiba-tiba mati saat badan mobil masih di atas perlintasan. Korban yang mengetahui kereta api sudah dekat akhirnya melompat dari mobil,” ucap Anang dikutip dari Regional Kompas.com, Selasa (1/2/2022).

Lantas benarkah medan magnet di sekitar perlintasan bisa menyebabkan mobil mogok?

Mikrolet melintas di perlintasan kereta api wilayah Bumi Bintaro Permai, Pondok Aren, Jakarta Selatan, Minggu (23/2/2020). Tidak berfungsinya palang pintu di perlintasan kereta api sejak 2 tahun lalu mengancam keselamatan warga.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Mikrolet melintas di perlintasan kereta api wilayah Bumi Bintaro Permai, Pondok Aren, Jakarta Selatan, Minggu (23/2/2020). Tidak berfungsinya palang pintu di perlintasan kereta api sejak 2 tahun lalu mengancam keselamatan warga.

Head of Marketing Product Planning Division (MPPD) PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, rel kereta memang mengandung medan magnet, tetapi itu tidak membuat mesin mobil mati.

“Secara teknis, ketika rel akan dilalui kereta api pasti memiliki medan magnet karena adanya gesekan. Tapi itu tidak akan mengganggu kinerja mesin mobil sehingga tidak bisa menyala dan sulit distarter. Kebanyakan justru hal itu terjadi karena kepanikan dari si pengemudi,” ujar Anjar.

Namun Anjar menjelaskan, kemungkinan mesin tidak bisa distarter lagi memang bisa saja terjadi. Tetapi itu hanya untuk mobil yang kondisinya tidak sehat.

“Kalau aki mobil yang kondisinya memang sudah tidak baik, untuk distarter di rumah saja susah, apalagi di atas perlintasan kereta,” kata Anjar.

Ilustrasi mengemudiKompasOtomotif-Febri Ardani Ilustrasi mengemudi

Sementara itu, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi turut mengungkapkan hal serupa.

Menurutnya, magnet yang terdapat di rel kereta tidak dapat mengganggu kinerja kendaraan, tetapi lebih kepada psikologis (panik) si pengemudi.

Baca juga: ETLE Segera Berlaku di Jalan Tol, Tindak Over Speed dan ODOL

“Seperti pada mobil yang sudah menggunakan tombol start/stop. Maka membutuhkan injak pedal kopling (transmisi manual) atau pedal rem buat transmisi matik, ketika akan menyalakan mesin. Dalam kondisi panik, sangat memungkinkan pengemudi lupa dengan prosedur utama dalam menyalakan kendaraan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.