Kompas.com - 21/02/2022, 07:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap perguruan tinggi bisa membantu proses percepatan transisi penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik di Indonesia.

Pasalnya, penggunaan kendaraan listrik secara massal merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan emisi kadar karbon CO2 pada sektor transportasi, sehingga bisa mengatasi masalah perubahan iklim.

“Bicara tentang penanganan perubahan iklim, penurunan emisi sektor transportasi merupakan salah satu hal yang paling signifikan yang harus dilakukan,” kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: Mitos atau Fakta, BBM Kualitas Rendah Memperpendek Usia Busi?

Ilustrasi kendaraan listrik(Dok. Shutterstock/ Smile Fight) Ilustrasi kendaraan listrik

Ia menambahkan, pemerintah terus berkomitmen melakukan penanganan perubahan iklim dan penurunan emisi pada sektor transportasi di Tanah Air.

Salah satunya, dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan.

“Kami di Kementerian Perhubungan menindaklanjuti dengan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik secara massal di Indonesia melalui berbagai kebijakan turunannya,” kata dia.

Adapun kebijakan turunan yang dimaksud ialah menyusun peta jalan atau roadmap transformasi KBLBB untuk kendaraan operasional pemerintahan dan transportasi umum.

Baca juga: Ajang Formula E Jakarta Jadi Tempat Riset Ban Balap Mobil Listrik

SPKLU PLN untuk Kendaraan Listrik SPKLU PLN untuk Kendaraan Listrik

Kemudian, selanjutnya dapat dijadikan kebijakan tentang penggunaan KBLBB di instansi pemerintah. Langkah lainnya yaitu, memberikan insentif penurunan tarif uji tipe untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Pada 17 Januari 2021 lalu juga telah dilaksanakan perjalanan Jakarta-Jambi dengan menggunakan kendaraan listrik sebagai side event Gerakan Bangga Buatan Indonesia Tahun 2022," kata Budi.

"Pada event G20 di Bali juga akan kami hadirkan kendaraan listrik, serta diupayakan untuk menghadirkan bus listrik buatan dalam negeri," lanjut dia.

Ke depan, Menhub menjelaskan, semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik juga dapat diikuti dengan pembangunan pembangkit listrik yang lebih bersih, sehingga tidak mengalihkan masalah emisi dari sektor transportasi ke pembangkit listrik.

Baca juga: Berburu Honda Civic Estilo, Harga Bekasnya Setara Avanza Baru

Menhub mengapresiasi hasil karya dari civitas akademika ITS, yang telah mampu membuat sejumlah karya kendaraan listrik seperti motor Gesits dan juga mobil balap Formula Listrik yang sudah dilombakan di negara Jepang.

"Kendaraan listrik adalah suatu keniscayaan. Kita akan terus mendorong digunakannya kendaraan listrik menjadi sarana mobilitas utama masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam kesempatan sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.