Alasan Polda Metro Jaya Tetap Berlakukan Ganjil Genap di DKI Jakarta

Kompas.com - 07/02/2022, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pandemi Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta belakangan ini melonjak naik. Meski begitu, Ditlantas Polda Metro Jaya tetap memberlakukan kebijakan ganjil genap di 13 ruas jalan Jakarta.

“Kami tidak akan meniadakan, ganjil genap masih tetap kita laksanakan,” ucap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dilansir dari keterangan resmi, Senin (7/2/2022).

Menurut Sambodo, penerapan aturan ganjil genap justru dapat menurunkan volume kendaraan di sejumlah kawasan di Ibu Kota. Selain itu, penurunan juga disebabkan oleh beberapa perusahaan melaksanakan Work From Home (WFH).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjil Genap Jakarta Tetap Berlaku

“Kita lihat juga saat ini boleh dikatakan volume lalu lintas agak berkurang dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, terutama di kawasan-kawasan ganjil genap,” kata dia.

Sambodo menambahkan, meski arus lalu lintas tidak terlalu padat ada peningkatan transportasi umum seperti di Transjakarta mencapai 50-70 persen.

Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).

“Nantinya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama dengan Transjakarta akan mengkaji kembali soal peningkatan penumpang,” kata dia.

Sebelumnya Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kembali menghentikan sementara aturan pembatasan kendaraan berdasarkan ganjil genap seiring meluasnya penularan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Baca juga: Pilihan Motor Bekas di Bawah Rp 7 Juta per Februari 2022

Menurut Mujiyono, hal tersebut penting dilakukan karena bisa mengurangi kemungkinan penyebaran Covid-19 di ruang publik, khususnya transportasi umum.

“Untuk menghadapi penyebaran Covid-19 tersebut, apalagi Omicron semakin tinggi di Provinsi DKI Jakarta, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai meniadakan ganjil genap sehingga diharapkan dapat mengurangi transportasi massal,” ucap Mujiyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.