Pakai Helm untuk Keselamatan, Jangan karena Takut Ditilang

Kompas.com - 28/01/2022, 19:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengendara sepeda motor di Indonesia memang masih ada yang abai soal keselamatan berkendara. Salah satunya, seperti hanya memakai helm ketika di jalanan besar atau yang banyak polisi.

Ketika kembali berkendara di jalanan dekat rumah atau yang sepi, masih ada yang tidak mengenakan helm. Padahal, helm berfungsi untuk melindungi kepala jika pengendara motor mengalami kecelakaan atau terjatuh.

Sehingga jika kepala dilindungi helm, cedera yang dialami pengendara saat kecelakaan bisa dikurangi. Tapi sayangnya, masih sedikit orang yang paham benar akan fungsi helm yang paling krusial, yakni melindungi kepala.

Baca juga: Helm Dipakai di Leher, Tanda Orang Belum Paham Keselamatan

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat mencegat 4 siswa yang berboncengan tanpa helm di Subang.handout Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat mencegat 4 siswa yang berboncengan tanpa helm di Subang.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, helm kerap disepelekan saat berkendara adalah karena kurangnya pendidikan soal keselamatan pada orang-orang di Indonesia.

“Selain itu, pemahaman akan risiko yang fatal jika mengendarai motor tanpa helm juga masih kurang. Padahal, banyak potensi bahaya di jalan raya yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada pengendara,” ucap Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Bisa dibilang, kalau mau selamat di jalan, hukumnya wajib mengenakan helm. Jika tidak, pengendara yang mengalami kecelakaan bisa mengalami cedera serius di kepala bahkan sampai fatal.

Baca juga: Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rugi Pemilik Mobil Transmisi Manual

Agus menyarankan, penyuluhan soal pentingnya helm harus dimulai sejak dini mulai dari bangku sekolah. Sehingga, masyarakat paham pentingnya helm sejak usia belia.

Selain melindungi batok kepala jika terjadi benturan, helm dengan visor juga melindungi muka pengendara motor dari embusan angin dan material lain.

“Visor dapat melindungi bagian muka dari berbagai macam potensi bahaya yang ada. Misalnya seperti batu kerikil yang tiba-tiba mental, debu di jalan, dan binatang kecil yang tidak terlihat,” ucap Agus.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.