Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rugi Pemilik Mobil Transmisi Manual

Kompas.com - 27/01/2022, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil dengan transmisi manual masih menjadi pilihan sebagian orang di Indonesia. Harganya yang relatif lebih murah dari varian transmisi otomatis serta asumsi biaya perawatan yang lebih murah menjadi pertimbangan orang membeli mobil dengan transmisi manual.

Namun bagi yang sudah memiliki kendaraan dengan transmisi manual, ada satu kebiasaan yang sebenarnya bisa merugikan pemiliknya. Kebiasaan tersebut adalah kaki kiri yang menempel ke pedal kopling padahal mobil sudah berjalan.

Pedal kopling harus diinjak ketika pengemudi ingin memasukkan gigi transmisi. Namu setelah mobil bergerak, sebaiknya kaki kiri tidak usah diam di atas pedal kopling.

 Baca juga: Wahai Pengendara Motor, Hilangkan Kebiasaan Asal Selonong Keluar Gang

 

Ilustrasi kopling mobil transmisi manual Ilustrasi kopling mobil transmisi manual

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, saat kaki kiri diletakkan pada pedal kopling bisa menyebabkan kopling merilis sekitar 20 persen.

“Jadi meskipun hanya diletakkan di atas pedal kopling tetap merilis 20 persen. Kalau 100 persen sekalian malah tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Kebiasaan ini memang biasanya ditemui pada pengemudi pemula. Mereka masih punya rasa takut mesin mobil mati ketika sedang berjalan, jadi kaki kiri selalu siap di atas pedal kopling.

 Baca juga: Keluhan Rocky dan Raize, Indikator Malfungsi sampai Komponen Kaki-kaki

Jika kebiasaan terus dilakukan, efeknya usia pakai kampas kopling jafi lebih cepat. Ketika kampas kopling aus, jadi mudah selip saat mesin bergerak plat kopling dan flywheel, cover kopling menyatu.

Kopling akan terus tergerus, tergesek, setiap kali mobil dipakai. Padahal, seharusnya kopling baru akan tergerus saat perpindahan gigi,” kata Suparna.

Menurut Suparna, usia rata-rata kopling mencapai 80.000 kilometer. Tapi jika kebiasaan menaruh kaki kiri di pedal kopling terus dilakukan, usia pakainya bisa lebih cepat. 

 

Ilustrasi kampas kopling mobilNisa Maulan Shofa Ilustrasi kampas kopling mobil

Jika kondisi kopling sudah aus, maka harus diganti satu paket dengan cover koplingnya. Jika hanya dilakukan penggantian kampasnya saja akan membuat umurnya tidak lama.

“Kemampuannya tidak akan maksimal, paling setelah 40.000 kilometer sudah diganti. Karena permukaan cover kopling yang lama ini tidak rata, sehingga kontak dengan kampas kopling juga tidak akan maksimal 100 persen,” ucap Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.