Transformasi Honda Tiger 2006 Neo Boardtracker, Kental Nuansa Seni

Kompas.com - 27/01/2022, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sekadar tampilan, dalam menerapkan rancang bangun neo boardtracker pada Honda Tiger lansiran 2006, ternyata Rivai Nurhasan, pemenang nasional Honda Modif Contest (HMC) 2021 di kelas FFA, juga lebih mementingkan sisi kenyamanan.

Menurut Rivai, konsep boardtracker memang bukan hal baru dalam dunia custom sepeda motor, tapi jarang yang sampai detail memikirkan soal kenyamanan ketika digunakan. Kebanyakan lebih ke sisi estetika tampilan saja.

"Sebenarnya yang saya kejar itu kenyamanan. Bukan sekadar enak dilihat saja bahkan untuk harian itu juga masih nyaman, karena itu peredam kejut tetap saja pakai di depan-belakang sampai di joknya juga," kata Rivai, punggawa N'JOY 76 Custom, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dari segi pengerjaan, Rivai mengatakan tak begitu banyak memakan waktu, karena memang sebelumnya motor tersebut sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Hanya saja prosesnya dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Bukan 150 cc, Ini Alasan Yamaha Fazzio Pakai Mesin 125 cc

Honda Tiger Custom Neo BoardtrackerHMC 2021 Honda Tiger Custom Neo Boardtracker

Mulai dari rancang bangun frame yang dibuat berbeda, fork depan belakang handmade, termasuk tangki dan juga spakbor yang dibuat dari pelat galvanis berukuran 1,2 mm.

Konstruksi frame yang dibuat cukup menarik, meski pada dasarnya boardtracker terkenal dengan konsep yang rigid, namun Rivai justru mengulik agar bisa mengejar sisi kenyamanan.

Seperti diungkapkan sebelumnya, untuk mengejar itu, Rivai menempatkan pegas suspensi pada kedua sisi simpul frame dan fork depan. Dipastikan komponen tersebut bekerja dengan baik, bukan sekadar pajangan.

Honda Tiger Custom Neo BoardtrackerHMC 2021 Honda Tiger Custom Neo Boardtracker

Untuk kesulitan, paling lama lebih soal detailing. Hal tersebut diakui Rivai karena memang dia ingin memberikan sebuah karya tak hanya dari sisi kemasan, tapi ada sentuhan seni yang menjadi ciri khasnya.

"Full custom, handmade semua. Secara tampilan intinya lebih ingin minimalis tapi ada sentuhan yang berbeda, sederhananya seperti itu. Kalau saya liat karya-karya yang lain itu menggunakan ukiran atau engrave dari kuningan, tapi kebanyakan sistemnya hanya ditempel," ucap Rivai.

Baca juga: Gaya Hedonisme Honda CBR250RR yang Kental Aura Superbike

"Buat saja dengan ditempel seperti kurang menyatu, akhirnya saya beli kuningan batangan sendiri, dan ngerjain detail sendiri. Saya panasi dan lelehkan lalu dilapisi pada bidangnya langsung dengan sistem cor, bukan sekadar ditempel saja," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.