Tantangan Karoseri Laksana Menyambut Era Bus Listrik

Kompas.com - 19/01/2022, 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kedatangan era kendaraan elektrifikasi sudah memasuki Indonesia. Saat ini mungkin kerap ditemui mobil dan motor dengan penggerak motor listrik berbasis baterai di jalanan.

Selain mobil dan motor, era elektrifikasi juga mulai merambah kendaraan niaga seperti bus listrik. Bisa dilihat PT TransJakarta beberapa waktu lalu kerap melakukan uji coba bus listrik sambil membawa penumpang.

Salah satu industri yang turut menyambut era bus listrik adalah karoseri pembuat bodi bus. Pada acara Webinar Busworld keenam yang diadakan secara online, Rabu (19/1/2022) hadir karoseri pembuat bodi yakni Laksana yang menjabarkan tantangan memasuki elektrifikasi.

Baca juga: Transjakarta Siap Operasikan 30 Unit Bus Listrik pada Awal 2022

Bodi E-Citytline buatan karoseri LaksanaDOK. LAKSANABUS Bodi E-Citytline buatan karoseri Laksana

Stefan Arman, Technical Director CV Laksana mengatakan, ada dua tantangan utama pembuat bodi bus saat memasuki era elektrifikasi. Pertama adalah membuat bodi bus dengan bobot yang jauh lebih ringan dan tahan lama dengan biaya perawatan rendah.

“Bobot bus sangat krusial, mengingat sasis bus listrik umumnya lebih berat 2 ton sampai 3 ton dari sasis bus bermesin diesel,” ucap Stefan pada acara tersebut, Rabu (19/1/2022).

Oleh karena itu, bodi bus listrik harus dibuat lebih ringan, sehingga berat totalnya masih sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pihak operator juga pasti menginginkan bus listrik bisa membawa penumpang yang sama banyaknya tanpa menambah bobot total bus.

Baca juga: Mengetahui Fungsi Penting Overdrive di Tuas Transmisi Mobil Matik

Kemudian, bodi bus juga harus tahan lama dengan biaya perawatan seminimal mungkin. Hal ini dikarenakan sasis bus listrik tentu harganya lebih mahal dibanding diesel, jadi harus punya life cycle yang lebih panjang.

Karoseri Laksana sejak 2019 sudah memproduksi bodi bus perkotaan dengan bahan stainless steel. Bodi baru ini punya beban yang lebih ringan 500 kg dibanding rangka dari besi dan 300 kg jika dibandingkan rangka aluminium.

“2021, Karoseri Laksana mengembangkan bodi bus listrik bekerja sama dengan BYD dan Bakrie Autoparts. Bus ini menggunakan rangka stainless steel ditambah panel interior dan eksterior yang memakai bahan lebih ringan,” ucapnya.

Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa TengahKOMPAS.com/Dio Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

Stefan mengatakan, pada bodi yang dibuat untuk bus listrik ini punya beban 1,3 ton lebih ringan dibanding bodi biasa untuk bus perkotaan. Selain itu, soal keselamatan juga tidak lupa untuk disematkan pada bodinya.

“Karena ini bus listrik, kami lebih memerhatikan pada sistem kelistrikan. Kami bekerja sama dengan KNKT, Kementerian Perhubungan dan operator untuk membahas sistem kelistrikan bus listrik,” ucap Stefan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.