Tanpa Insentif PPnBM, Penjualan Mobil Awal Tahun Mulai Ambles

Kompas.com - 12/01/2022, 08:02 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com - Terhentinya pemberian insentif pemerintah terhadap instrumen Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil berkapasitas sampai 2.500 cc dengan local purchase 80 persen mulai berdampak signifikan.

Pasalnya, kini semua mobil baru yang dijual langsung mengalami penyesuaian tarif PPnBM plus tambahan beban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari pemerintah daerah yang naik setiap awal tahun. Kenaikan harga pada mobil baru langsung melesat sehingga berhasil membuat market syok.

Pada akhirnya, permintaan pun langsung ambles awal tahun ini dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Baca juga: Penting buat Pemula, Begini Tips Aman Mengemudi Mobil

All new Honda Brio RS STANLY RAVEL All new Honda Brio RS

Demikian dikatakan Business Innovation Marketing and Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy di sela-sela Media Test Drive All New BR-V, Selasa (11/1/2022).

"Booking-an sampai 9 Januari 2022 dibandingkan periode Desember 2021 drop 50 persen untuk mobil yang sebelumnya menikmati relaksasi PPnBM 100 persen tahun lalu," katanya.

"Sebab ketika tidak ada relaksasi, tarif PPnBM kembali normal. Tetapi kini ada penyesuaian PPnBM yang sesuai dengan emisi sehingga naik dari 10 persen sampai 15 persen menjadi 15 persen - 20 persen," lanjut Billy.

Dari sisi Honda, produk dimaksud ialah Honda Mobilio, Honda Brio Satya, Honda Brio RS, Honda HR-V, Honda CR,V dan Honda Civic Hatchback.

Baca juga: Mobil Terendam Banjir, Hitung Estimasi Biaya Perbaikannya

Honda MobilioDOK. HONDA PROSPECT MOTOR Honda Mobilio

Misalnya Brio RS, dari sebelumnya dipasarkan Rp 181,3 juta untuk varian terendah, terkerek Rp 23,6 juta sehingga menjadi Rp 206,9 juta.

Sementara untuk HR-V 1.5 E Special Edition, dari sebelumnya hanya Rp 344,6 juta, kini melonjak hingga Rp 398,9 juta.

Sementara untuk All New BR-V, kata Billy, tidak begitu terpengaruh karena pada awalnya harga mobil tersebut diberikan harga tidak kena relaksasi atas PPnBM 100 persen.

"Jadi tidak bermasalah, hanya saja supply-nya memang masih ada kendala pasokkan cip," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.