Alasan Tabrakan Beruntun Kerap Terjadi di Lajur Kanan Jalan Tol

Kompas.com - 08/01/2022, 10:02 WIB
Video viral di media sosial memperlihatkan pengemudi Toyota Avanza yang berjalan statis di lajur kanan jalan tol. Foto: Tangkapan layar Video viral di media sosial memperlihatkan pengemudi Toyota Avanza yang berjalan statis di lajur kanan jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan tol biasanya terdiri dari tiga lajur, kiri, tengah, dan kanan. Lajur kiri dibuat untuk kendaraan yang lambat, tengah untuk yang lebih cepat, dan kanan khusus untuk mendahului.

Aturan tersebut juga tertulis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108 ayat (2) bahwa,

"Penggunaan lajur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika: (a) pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau (b) diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai lajur kiri."

Baca juga: Keberatan, Pengendara Nmax Putar Balik dan Jatuh

Jika diperhatikan, lajur kanan di Indonesia masih digunakan sebagai lajur biasa, bukan untuk mendahului saja. Jadi lajur kanan ini cukup ramai antreannya serta berkendara dalam kecepatan yang tinggi.

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Jenderal Gatot Subroto tepatnya di depan Kantor Pajak wilayah Jakarta Selatan pada Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.Dok. Istimewa Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Jenderal Gatot Subroto tepatnya di depan Kantor Pajak wilayah Jakarta Selatan pada Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

Efeknya, kecelakaan tabrakan beruntun bisa dibilang sangat sering terjadi di lajur kanan. Sedangkan di lajur lainnya, jarang terdengar ada kecelakaan tabrak belakang.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia membenarkan bahwa di lajur kanan sering terjadi kecelakaan tabrakan beruntun dan ada alasannya.

Baca juga: Tak Perlu ke Samsat, Begini Cara Blokir STNK via Online

“Hal itu dikarenakan kecepatan kendaraannya yang relatif tinggi dan rata-rata kemampuan para pengemudi di Indonesia dalam mengantisipasi masih rendah,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Menggunakan kecepatan yang melebihi batas masih banyak dilakukan oleh pengemudi di jalan tol. Terlebih lagi kebiasaan pengemudi di Indonesia yang tidak paham pentingnya jaga jarak aman ketika menyetir sehingga tabrakan beruntun mudah terjadi.

Dua Mobil ringsek akibat kecelakaan karambol di Ring RoadKompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Dua Mobil ringsek akibat kecelakaan karambol di Ring Road

“Alasannya kalau jaga jarak tiga detik, pasti lajurnya diserobot orang lain. Padahal pengetahuan mereka dalam membaca risiko bahaya di bawah rata-rata. Lihat saja masih sering terjadi kecelakaan beruntun,” kata Sony.

Baca juga: Salah Injak Pedal, Mobil Tabrak Pemotor hingga Tewas

Hal ini perlu diperhatikan oleh pengemudi, pasalnya tabrakan beruntun bukan kecelakaan yang punya risiko kecil. Ketika tidak menabrak mobil di depan, segera cek spion dan bisa jadi malah ditabrak dari belakang.

“Itu kenapa kecepatan kendaraan tidak boleh berlebih dan harus sesuai dengan lajurnya. Biasakan gunakan lajur kanan hanya untuk mendahului, maksimal dihitung 20 menit di lajur kanan, kemudian kembali ke lajur semula,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.