Supaya Punya Emisi Rendah, Mobil Harus Servis Rutin

Kompas.com - 08/01/2022, 09:12 WIB
Bengkel uji emisi kendaraan KOMPAS.com/RulyBengkel uji emisi kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan pemilik kendaraan bermotor untuk mengikuti uji emisi. Aturan ini berlaku bagi para pemilik sepeda motor dan mobil, terutama yang berusia tiga tahun ke atas agar melakukan uji emisi sesuai ketentuan.

Penerapan ketentuan uji emisi ini sudah diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Namun, untuk sanksi tilang masih belum ada keputusan kapan ditetapkan.

Baca juga: Keberatan, Pengendara Nmax Putar Balik dan Jatuh

Uji emisi merupakan pengujian pada kendaraan bermotor yang bertujuan untuk meminimalisasi gas rumah kaca dan udara berbahaya yang dihasilkan dari mesin kendaraan bermotor.

Soal emisi gas buang, sebagian masyarakat awam memang tidak memahami berapa emisi yang dikeluarkan dari kendaraan. Selain itu juga mereka kadang tidak tahu apakah kendaraan yang dia miliki mempunyai emisi yang rendah atau tinggi.

Uji emisi kendaraan roda empat di Depok, Selasa (16/11/2021). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memberikan layanan uji emisi kendaraan roda empat secara gratis selama tiga hari ke depan.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Uji emisi kendaraan roda empat di Depok, Selasa (16/11/2021). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memberikan layanan uji emisi kendaraan roda empat secara gratis selama tiga hari ke depan.

Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso Suparman mengatakan, kunci utama dalam menjaga emisi gas buang kendaraan tetap baik adalah dengan melakukan servis berkala.

“Setiap enam bulan atau 10.000 km, saringan udara dan bahan bakar dibersihkan, ganti oli, itu akan membantu menghasilkan emisi yang bagus,” ucap Suparman kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Tak Perlu ke Samsat, Begini Cara Blokir STNK via Online

Soal pemilihan bahan bakar juga mempengaruhi emisi karbon sebuah mobil. Tidak hanya itu, ada berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi emisi karbon.

“Misalnya bahan bakar yang dipakai bagus, oktannya tinggi tapi pembakarannya tidak sempurna. Sistem pengapian ini juga harus disetel, cara menyetelnya ya saat servis berkala tadi,” kata Suparman.

Suparman memberikan contoh lain yang lebih ekstrem, misalnya mobil dengan karburator memakai bensin oktan tinggi tapi sistem pengapiannya tidak disesuaikan. Efeknya walaupun bensin yang digunakan bagus, tetap akan sia-sia.

Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan membuka uji emisi kendaraan baik mobil dan motor di area parkir Belt Way Office Park Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Rabu (3/11/2021).dokumentasi Sudin LH Jaksel Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan membuka uji emisi kendaraan baik mobil dan motor di area parkir Belt Way Office Park Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Rabu (3/11/2021).

Komentar serupa juga dikatakan oleh Didi Ahadi selaku Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM). Menurutnya, untuk mengurangi emisi gas buang dari kendaraan, perawatan terhadap komponen mobil juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada kerak karbon yang nantinya memperbesar emisi gas buang.

Baca juga: Salah Injak Pedal, Mobil Tabrak Pemotor hingga Tewas

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.