Tak Ada Pembatasan Angkutan Barang Selama PPKM Level 3 Nataru

Kompas.com - 05/12/2021, 18:21 WIB
Sebuah truk pengangkut motor memasuki Dermaga 1 Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyeberang  dengan kapal ke Bali, (Mei 2021). KOMPAS.COM/AHMAD SU'UDI K200-21 Ahmad Su'udi Sebuah truk pengangkut motor memasuki Dermaga 1 Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyeberang dengan kapal ke Bali, (Mei 2021). KOMPAS.COM/AHMAD SU'UDI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengumumkan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Nantinya, seluruh wilayah Indonesia baik yang sedang berstatus PPKM Level 1 maupun 2, bakal disamaratakan dengan penerapan aturan PPKM Level 3.

Lebih detail, PPKM Level 3 Nataru ini akan berlangsung sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 dengan berbagai pengetatan aturan perjalanan.

Baca juga: Bagaimana Nasib Hino RM 380?

Meski begitu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, telah memastikan bahwa kendaraan angkutan barang, seperti truk tidak akan dibatasi selama periode PPKM tersebut.

Ilustrasi truk barangKOMPAS/YULVIANUS HARJONO Ilustrasi truk barang

“Kami telah menyiapkan konsep untuk Nataru tahun ini, mobilitas angkutan logistik tidak dibatasi, agar kegiatan ekonomi tetap berjalan. Kami akan mengkoordinasikan dan memastikan kesiapan operasionalisasi angkutan umum selama Nataru dan masa PPKM Level 3 dengan melakukan kesiapan dan kelaikan operasi armada di setiap moda transportasi," ucap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Ekspor Meningkat, Produk DFSK Garapan Cikande Tembus 14 Negara

“Berbagai antisipasi critical point dalam pembatasan dan pengendalian mobilitas subsektor darat di mana selain diperlukan manajemen terhadap angkutan umum juga terhadap potensi pergerakan dengan mobil pribadi dan motor,” lanjutnya.

Budi menambahkan, pihaknya bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya akan tetap melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk ganjil genap di sejumlah wilayah dengan mobilitas yang meningkat. Hal tersebut karena ganjil genap berhasil menurunkan angka mobilitas hingga 30 persen.

Ilustrasi truk logistikShutterstock/Siwakorn1933 Ilustrasi truk logistik

Namun, pemerintah tidak menutup kemungkinan bakal menerapkan aturan perjalanan yang lebih konservatif dan ketat jika varian Omicron virus Covid-19 merebak di Indonesia dan butuh pencegahan yang lebih ketat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.