Faktor Penyebab Utama Kecelakaan di Ruas Jalan Tol Jasa Marga

Kompas.com - 27/11/2021, 07:42 WIB
Kecelakaan di jalan Tol Semarang-Solo yang mengakibatkan dua mekanik balap kehilangan nyawa Dok. Polres BoyolaliKecelakaan di jalan Tol Semarang-Solo yang mengakibatkan dua mekanik balap kehilangan nyawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur mengatakan, faktor kecelakaan kendaraan di ruas jalan tol Jasa Marga Group sepanjang 2021 hingga September, mayoritas disebabkan faktor pengendaranya.

"Berdasarkan data yang dihimpun, 81 persen faktor penyebab kecelakaan adalah faktor pengemudi. Selain itu, jumlah kecelakaan tunggal mencapai 44 persen dari total kecelakaan," kata Subakti dalam keterangan resmi dalam program Road Safety Rangers Webinar, Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut Subakti mengatakan, dari pantauan data pada speed camera yang dimiliki Jasamarga Integrated Digital Map, jumlah rata-rata kendaraan over speed alias melebihi kecepatan setiap harinya mencapai 14.194.

Baca juga: Honda Bicara soal Nasib Mobilio

Berdasarkan latar belakang tersebut, Jasa Marga berupaya terus melakukan edukasi dan kampanye kepada pengguna jalan, khususnya generasi muda, agar selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan berkendara.

Tol layang MBZ Jakarta-CikampekJASA MARGA Tol layang MBZ Jakarta-Cikampek

Subakti berharap, dengan program yang dilakukan bisa melahirkan komunitas Road Safety Rangers yang turut serta mempersuasi masyarakat serta menjadi role model dalam penerapan safety driving di Indonesia.

Lebih lanjut, Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita menjelaskan, jalan tol sebagai infrastruktur jalan berkeselamatan harus memenuhi standar yang terdiri dari tiga konsep.

Pertama forgiving road, yakni infrastruktur dan sarana perlengkapan jalan yang diimplementasikan untuk mengurangi fatalitas apabila terjadi kecelakaan.

Kedua self explaining yang memiliki arti sarana perlengkapan jalan yang dipasang dapat menjelaskan geometrik jalan serta arah yang dapat dituju di jalan tol.

Baca juga: Wacana Denda Truk ODOL yang Masuk Tol, Ini Tanggapan Aptrindo

 

Sementara yang terakhirself enforcement, berupa penerapan teknologi, fasilitas, dan sarana perlengkapan jalan guna mengatur pengemudi berkendara sesuai ketentuan yang berlaku.

Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021JASA MARGA Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021

"Ruas Jalan Tol Jasa Marga Group sudah menerapkan konsep jalan berkeselamatan, tidak hanya melalui Uji Laik Fungsi Jalan, Jasa Marga juga menjadi Badan Usaha Jalan Tol Pertama yang memperoleh sertifikat Star Rating iRAP untuk ruas jalan tol Jagorawi dan Cipularang dan mencapai target yang ditentukan UN’s Sustainable Development Goals, yaitu memperoleh star rating 3 atau lebih," kata Atika.

Karena itu, lanjut Atika, yang kemudian dilengkapi Jasa Marga dengan penyelenggaraan program safety driving kepada pengendara, khususnya pengguna jalan tol. Selain faktor pengemudi, kontribusi kecelakaan terbesar kedua adalah akibat kendaraan yang tidak layak jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.