Konversi Kendaraan Listrik Masih Menemui Sejumlah Hambatan

Kompas.com - 26/11/2021, 10:22 WIB
Yamaha RX-King listrik Foto: KOMPAS.com/AdityoYamaha RX-King listrik

JAKARTA, KOMPAS.comKonversi dari kendaraan dengan mesin bakar internal (ICE) menjadi kendaraan listrik (EV) jadi sebuah pilihan untuk menyambut tren elektrifikasi. Namun, rencana ini jauh dari kata mulus dan masih menemui sejumlah tantangan.

Direktur Sarana Perhubungan Darat Kemenhub M. Risal Wasal, mengatakan, saat ini sudah banyak inovasi terkait konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.

Akan tetapi konversi kendaraan listrik di Indonesia masih menemui hambatan, khususnya dalam soal uji tipe.

Baca juga: Kesulitan Jual Motor Listrik di Indonesia

Motor listrik hasil konversi dengan basis motor bebek Honda AstreaKompas.com/Donny Motor listrik hasil konversi dengan basis motor bebek Honda Astrea

“Saat ini banyak kendaraan konversi yang dibuat misalnya di Papua, tapi uji tipenya harus di Jakarta,” ujar Risal, dalam seminar IEMS 2021 yang disiarkan Youtube BRIN Indonesia (25/11/2021).

“Oleh sebab itu kita akan siapkan balai-balai pengujian tipe di daerah-daerah dan tempat pengujian tipe tersebut akan kita sertifikasi, tapi pelaksanaannya tetap dilakukan di masing-masing daerah,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Risal juga mengatakan, pihaknya masih membutuhkan masukan dari pihak-pihak terkait regulasi soal kendaraan konversi.

Baca juga: Kendaraan Listrik di Indonesia Bakal Punya 5 Jenis Pelat Nomor

Supermotor Listrik Pindad MotoEVPINDAD Supermotor Listrik Pindad MotoEV

Seperti diketahui, regulasi sepeda motor listrik konversi telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

“Saat ini banyak sekali kendaraan-kendaraan konversi yang dibuat anak-anak muda kita. Tapi mereka tidak bisa membuat business plan-nya, karena masih banyak yang tidak tahu cara pengujiannya dan masih terkendala dana,” ucap Risal.

“Jadi masih ingin kami cari tahu apakah kendaraan konversi ini kita perlakukan seperti kendaraan listrik baru,” kata Risal.

Baca juga: Tol Tangerang-Merak Mulai Bersih-bersih Truk ODOL

Motor listrik hasil konversi dengan basis motor bebek Honda AstreaKompas.com/Donny Motor listrik hasil konversi dengan basis motor bebek Honda Astrea

Risal menambahkan bahwa konversi kendaraan listrik bakal terus dilakukan seiring dengan penemuan masalah yang terjadi di lapangan.

“Kita harus show must go on, konversi tetap kami lakukan dan pembinaan tetap kami lakukan terhadap bengkel maupun perorangan yang melakukan konversi kendaraan bermotor,” ucap Risal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.