Tantangan Indonesia Sambut Era Kendaraan Bermotor Listrik

Kompas.com - 26/11/2021, 10:12 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik. (Dok. Shutterstock/Sopotnicki)Ilustrasi kendaraan listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui bahwa pengembangan atas industri kendaraan listrik di dalam negeri tidak mudah. Sebab saat ini masih terdapat berbagai hambatan dari hulu hingga hilirnya.

Pada bagian hulu misal, pembangunan industri pendukung seperti baterai, motor listrik, sampai komponen lain memerlukan investasi besar. Pasalnya bagian terkait masih diimpor dari negara lain.

"Kita memiliki bahan baku semuanya di sini, kalau bisa dibangun semua di dalam negeri, ini bisa segera dibereskan," katanya di IEMS 2021, Rabu (23/11/2021).

Baca juga: Bukan Xpander Hybrid, Tahun Depan Mitsubishi Mulai Studi Minicab MiEV

Kepala Staf Presiden Moeldoko buka pameran IEMS 2021KOMPAS.com/Dio Kepala Staf Presiden Moeldoko buka pameran IEMS 2021

Kemudian, soal riset teknologi dan invoasi terkait kendaraan listrik berserta komponennya belum banyak dikembangkan. Sehingga, perlu adanya aspek yang menyambungkan antara periset dan industri swasta di Indonesia agar ke depan mampu menekan impor.

Tidak sampai di sana, diperlukannya tambahan insentif menarik kepada pelaku industri juga jadi perhatian tersendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada sektor hilir, tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia menuju era elektrifikasi kendaraan bermotor listrik ialah harganya yang masih relatif mahal dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

"Memang harga kendaraan listrik saat ini masih mahal karena baterai dan beberapa komponen lain yang impor itu mahal. Tetapi saya yakin, harga kendaraan listrik ke depan akan semakin murah," kata Moeldoko.

Berikutnya, ketersediaan infrastruktur pendukung berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan penukaran baterai untuk sepeda motor listrik yang masih terbatas.

Baca juga: Damri Kerjasama dengan DFSK Menuju Elektrifikasi Transportasi Darat

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/ BigPixel Photo) Ilustrasi kendaraan listrik.

Meski sudah ada peraturannya yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, Moeldoko menyebut masih banyak pihak yang ragu untuk berinvestasi atau berbisnis SPKLU.

"Ini ibaratnya telur sama ayam. Kalau dibangun SPKLU-nya tapi kendaraan terkait belum ada, rugi investasi. Kalau saya membeli kendaraan listrik tapi belum ada SPKLU, juga akan rugi. Jadi ini harus dipecahkan," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.