Isuzu Meninggalkan Mesin 3.000 cc untuk mu-X dan D-Max ke Indonesia

Kompas.com - 19/11/2021, 08:22 WIB
All New Isuzu D-Max di GIIAS 2021 DOK. IAMIAll New Isuzu D-Max di GIIAS 2021

TANGERANG, KOMPAS.com – All New Isuzu mu-X dan D-Max kini resmi mengaspal di Indonesia. PT Isuzu Astra Motor Indonesia juga memperkenalkan dua produk andalannya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.

Baik mu-X dan D-Max kini dipasarkan menggunakan mesin berkapasitas lebih kecil, yakni 1.900 cc dengan turbo. Walaupun mengecil, tenaga dan torsi yang dihasilkan dari mesin 1.900 cc ini tidak dianggap bisa remeh, seperti 150 PS atau 147,9 TK di 3.600 rpm dan torsi 350 Nm di 1.800 rpm sampai 2.600 rpm.

Jika melihat ke negara tetangga, yakni Thailand, ditawarkan juga pilihan mesin diesel 3.000 cc. Mesin yang lebih besar, tentu tenaganya juga, yakni 190 PS atau setara 187,4 TK di 3.600 rpm dan torsi 450 Nm di 1.800 rpm – 2.600 rpm.

Baca juga: Melihat Interior Xpander Facelift, Apa Saja yang Baru?

SUV baru All New Isuzu Mu-X 1.9 Diesel meluncur di GIIAS 2021.KOMPAS.com/M Fathan Radityasani SUV baru All New Isuzu Mu-X 1.9 Diesel meluncur di GIIAS 2021.

Melihat status CBU kedua model ini dari Thailand, mengapa Isuzu memutuskan meninggalkan pilihan mesin 3.000 cc ke Indonesia?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yohanes Pratama, Chief Operation Officer PT Astra International – Isuzu Sales Operation mengatakan, untuk saat ini, mu-X dan D-Max yang ditawarkan Isuzu digunakan sebagai kendaraan kerja, maka dengan mesin 1.900 cc sudah sangat cukup.

“Kami lihat mesin 1.900 cc sudah sangat cukup untuk masuk atau melayani Isuzu Partner di perkebunan, pertambangan, dan oil & gas,” ucap Yohanes di Tangerang, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Suzuki Setop Produksi Motor Bebek di Indonesia

Jika melihat pada mesin sebelumnya yang ada di mu-X dan D-Max yakni 2.500 cc, hanya menghasilkan 136 PS. Sedangkan pada mesin baru yang sekarang dibawa ke Indonesia, tenaganya naik signifikan.

“Lalu kalau kita bandingkan dengan kompetitor yang ada pun rata-rata masih menggunakan mesin 2.500 cc dan paling tidak tenaganya ada di sekitar 150 PS, kami pikir cukup,” kata Yohanes.

Selain itu, jika membawa mesin 3.000 cc, khawatir biaya operasional menjadi tidak kompetitif. Jadi ada berbagai pertimbangan mengapa mesin yang lebih kecil kubikasinya di bawa ke Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.