Kompas.com - 16/11/2021, 17:12 WIB
Kia Seltos CRDi alias Seltos diesel Kompas.com/DonnyKia Seltos CRDi alias Seltos diesel

 

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kreta Indo Artha (KIA) menciptakan kelas sendiri dengan memasarkan Seltos CRDi alias Seltos diesel. Tapi, tak sedikit yang meragukan varian sport utility vehicle (SUV) yang satu ini.

Kia menjadi satu-satunya yang memasarkan SUV kompak bermesin diesel. Seltos yang satu ini dibekali dengan U2 1.5 E-VGT CRDi.

Baca juga: Bahas Keunikan Kia Seltos Diesel

Mesin berkapasitas 1.493 cc ini menghasilkan tenaga hingga 115 PS pada 4.000 rpm dan torsinya mencapai 250 Nm pada rentang 1.500-2.750 rpm.

Mesin Kia Seltos dieselDok. Kia Mesin Kia Seltos diesel

Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT KIA, mengatakan, sampai saat ini, mesin diesel masih bisa diterima. Meskipun, ke depannya mesin diesel bisa saja tergantikan.

"Begitu nanti kita punya regulasi gas buang semakin tinggi, suatu saat mesin diesel akan tergantikan. Sebab, sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Tapi, saat ini di Indonesia, masih ada waktu untuk menjual mobil diesel," ujar Ario, kepada wartawan, belum lama ini.

Baca juga: Dua Varian Baru, Kia Seltos Diesel dan Seltos GT Line Resmi Meluncur

Ario menambahkan, sebenarnya, Indonesia cocok dengan mesin diesel, karena karakternya torsi besar di bawah dan lalu lintas yang stop and go, atau banyak tanjakan.

Pemakaian Biosolar disebut memberikan sejumlah kendala pada mesin dieselrednewswire.com Pemakaian Biosolar disebut memberikan sejumlah kendala pada mesin diesel

"Untuk Seltos diesel, dari kami merekomendasikan dengan Pertadex. Saya tidak bilang, bisa atau tidak bisa pakai yang lain. Kalau darurat, suatu waktu pakai yang lain pun mungkin tidak masalah untuk jangka pendek," kata Ario.

Promotion Dept. Head PT KIA Ridjal Mulyadi, mengatakan, jika Seltos diesel diisi dengan Biodiesel, sebenarnya bisa saja. Mobil tetap akan jalan, tapi tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Plus minus BBM Biosolarautobild.co.id Plus minus BBM Biosolar

"Kalau pemakaiannya jangka panjang, efeknya bisa macam-macam, bisa injektornya mampat. Kalau darurat sih bisa saja, tetap jalan," kata Ridjal.

Mampatnya injektor pada mesin diesel bisa dikategorikan sebagai kerusakan yang cukup serius. Perbaikannya cukup memakan waktu dan biaya yang cukup besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.