Kompas.com - 14/11/2021, 10:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim penghujan adalah waktu di mana pengendara sepeda motor wajib ekstra waspada, terutama ketika melintasi jalan dengan permukaan yang licin akibat air atau endapan lumpur bekas banjir.

Beberapa pengendara lantas berstrategi untuk mengurangi tekanan udara pada ban. Tujuannya agar ban mendapat traksi lebih baik karena permukaan ban yang menyentuh jalan jadi lebih banyak.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan bahwa cara tersebut tidak salah, hanya saja hal tersebut tidak perlu dilakukan jika kembangan ban yang terpasang masih dalam kondisi bagus.

Baca juga: Masih Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya MotoGP dan WSBK

"Tekanan angin pada ban sebaiknya sesuai dengan ukuran standar. Nah jika melewati jalan licin atau hujan apabila kondisi kembangan ban masih dalam kondisi yang baik tentunya tidak perlu untuk mengurangi tekanan angin," kata Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan, hal terpenting adalah menjaga kondisi kembangan ban tetap dalam kondisi baik untuk digunakan.

 

Jalan Tentara Pelajar, Pejompongan, Jakarta Pusat membuat pengendara sepeda motor terjatuh akibat solar yang tumpah pada Minggu (24/6/2018)Dok. Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat Jalan Tentara Pelajar, Pejompongan, Jakarta Pusat membuat pengendara sepeda motor terjatuh akibat solar yang tumpah pada Minggu (24/6/2018)

Justru dengan tekanan angin yang kurang maka motor akan terasa seperti goyang dan lebih sulit untuk bermanuver," katanya menambahkan.

Tingkat keausan ban dapat dilihat dari tanda segitiga yang ada pada pinggiran ban atau biasa disebut Tread Wear Indicator (TWI).

Baca juga: Ini Lokasi Operasi Zebra Jaya di Kota Bekasi Mulai Senin

"Kalau kita tarik ke tengah maka ada bagian karet yang berlebih di tengah-tengah ulir kembangan ban. Jika karet tersebut sudah sejajar atau sama rata dengan kembangan ban, maka sebaiknya ban diganti karena daya cengkramnya sudah tidak maksimal," ucapnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Asisten Manajer Technical Service PT Daya Adicipta Motor (DAM) Ade Rohman menjelaskan, alur ban berfungsi untuk membelah air. Sedangkan tekanan udara agar pengendalian setang lebih ringan.

"Tekanan angin pada matik di roda depan 28 psi hingga 30 psi dan untuk roda belakang menggunakan tekanan angin sekitar 31 psi hingga 33 psi," ujar Ade.

Adapun untuk motor bebek, depan dianjurkan 29 psi hingga 30 psi dan dan belakang 31 psi hingga 33 psi. Tipe motor sport, tekanan ban depan 39 psi hingga 41 psi dan roda belakang 39 psi hingga 41 psi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.