Catat, Ini Prosedur Pengajuan Uji Emisi Kendaraan di Jakarta

Kompas.com - 29/10/2021, 07:12 WIB
Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH Jakarta KOMPAS.COM/STANLY RAVELUji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengetatkan aturan uji emisi terhadap mobil dan sepeda motor yang beroperasi di wilayah Ibu Kota dalam upaya wujudkan kota cerdas yang sehat dan udara bersih.

Langkah strategis tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 66 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa, uji emisi kendaraan diwajibkan untuk semua kendaraan pribadi atau perseorangan yang telah berusia lebih dari tiga tahun.

“Untuk mencari bengkel yang bisa melakukan uji emisi, bisa melalui aplikasi E-Uji Emisi. Dari sana, dapat dilihat sejumlah lokasi yang disediakan Pemprov DKI, ada 198 titik untuk kendaraan roda empat, dan 11 titik untuk motor," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto.

Baca juga: Kata Dinas Lingkungan Hidup Soal Tilang Uji Emisi

Aplikasi E-Uji EmisiKOMPAS.com/Ruly Aplikasi E-Uji Emisi

Setelah tiba di tempat uji emisi, proses pengujian akan dibantu oleh teknisi uji emisi yang telah terdaftar. Seluruh aktivitas uji emisi dapat dipantau secara langsung oleh pemilik kendaraan.

Setiap teknisi uji emisi akan dibekali dengan alat bernama exhaust gas analyzer atau alat ukur gas buang yang sudah berstandar. Alat ini memiliki fungsi utama mengukur kadar Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan unsur-unsur lain dari gas buang yang dihasilkan oleh proses pembakaran (combustion) kendaraan yang tidak sempurna.

"Sebelum digunakan, teknisi akan terlebih dahulu melakukan kalibrasi alat, untuk memastikan setiap parameter berada dalam angka nol. Langkah ini perlu dilakukan, agar data yang terekam tidak tercampur dengan hasil proses uji emisi kendaraan lain," kata Asep.

Kemudian, pastikan mobil terparkir di atas permukaan datar, dalam kondisi mesin menyala, serta pada suhu kerja (60°C-70°C, atau sesuai rekomendasi manufaktur).

Baca juga: Komunitas Mobil Lawas Tanggapi Tilang Uji Emisi, Ada Pro Kontra

Ilustrasi emisi karbon dari kendaraan Shutterstock/NadyGinzburg Ilustrasi emisi karbon dari kendaraan

Proses pemeriksaan dimulai dengan putaran mesin yang dinaikkan hingga mencapai 1.900-2.000 rpm (rotasi per menit). Kemudian ditahan selama 60 detik, sebelum kembali pada kondisi idle.

Selanjutnya, pengukuran akan dilakukan dengan kondisi mesin idle atau putaran mesin 800-1.400 rpm.

Pada saat yang sama, teknisi memasukkan probe (selang pengukur) ke exhaust (lubang knalpot) kendaraan sedalam 30 cm. Bila kurang dari 30 cm, maka perlu dipasang pipa tambahan. Tunggu 20 detik, setelah itu alat uji emisi akan melakukan pengambilan serta pencetakan data konsentrasi gas CO dan HC.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.