Pertamina Jelaskan Penyebab Kelangkaan BBM di Sumut

Kompas.com - 21/10/2021, 14:12 WIB
Ratusan pengendara sepeda motor dan sopir mengantre di SPBU di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku  untuk membeli BBM, Jumat (27/9/2019). Banyak dari warga yang datang ikut membawa jerigen KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan pengendara sepeda motor dan sopir mengantre di SPBU di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku untuk membeli BBM, Jumat (27/9/2019). Banyak dari warga yang datang ikut membawa jerigen

MEDAN, KOMPAS.com - Terkait kelangkaan bahan Bakar Minyak (BBM) di luar Pulau Jawa terutama di Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memanggil PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Kamis (21/10/2021).

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Asep Wicaksono mengatakakan, pihaknya memberi sejumlah penjelasan penting yang ditanyakan Gubernur Edy.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Sirkuit Mandalika Bisa Jadi Jalan Umum | Ada Diler Nakal yang Tawarkan Truk ODOL

"Pertama, terkait entrean. Sudah kami sampaikan bahwa (masalah kelangkaan) karena antrean," kata Asep dilansir Kompas.com, Kamis (21/10/2021).

Pihak Pertamina mengakui telah terjadi kekurangan stok BBM di wilayah Sumatera Utara, terutama jenis Solar dan Pertamax.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.Dok: Diskominfo Provinsi Sumut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu penyebab kekurangan stok bahan bakar minyak di wilayah tersebut yakni kuota solar subsidi yang jumlahnya terbatas.

Menjelang akhir tahun, kuota subsidi untuk solar memang semakin "mepet" sehiggga Pertamina bekerja ekstra untuk menjaga pasokan di lapangan.

Baca juga: Bonceng Anak di Depan Saat Mau Isi Bensin, Ibu Tabrak Petugas SPBU

"Tapi pertamina sudah berkoordinasi dengan BPH Migas. Kuota sudah kami tambah. Ini bisa dilihat di lapangan sudah mulai cair. Antrean di SPBU sudah tidak ada," kata dia.

Selain itu, kelangkaan BBM di Sumatera Utara dipicu keterlambatan kapal tanker yang membawa BBM. Kapal yang seharusnya sandar di Belawan pada 10 Oktober lalu, malah baru tiba pada 12 Oktober.

Padahal konsumsi bahan bakar minyak oleh masyarakat terus meningkat akibat adanya pelonggaran aktivitas terkait penurunan level PPKM di Sumatera Utara.


Antrian kendaraan roda empat saat mengantri BBM jenis Solar di salah satu SPBU yang ada di Tanjungpinang.RAYMON SANDY Antrian kendaraan roda empat saat mengantri BBM jenis Solar di salah satu SPBU yang ada di Tanjungpinang.

Asep mengatakan, keterlambatan kapal tanker itu disebabkan terjadinya antrean bongkar muat minyak di negara pengimpor minyak.

Baca juga: Mekanik Tim Balap MotoGP Dipecat, Ketahuan Pakai Hasil Tes PCR Palsu

"Pertamax yang kami datangkan itu impor. Di tempat impornya di sana, ada antrean juga," jelasnya.

Pihak Pertamina mengklaim sudah mempelajari masalah kelangkaan BBM yang terjadi sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik lalu membeli BBM dengan berlebihan karena saat ini pasokan sudah aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.