Tabrakan Beruntun 4 Bus Pariwisata, Penumpang Berhak Tegur Pengemudi Bila Ugal-ugalan

Kompas.com - 18/10/2021, 18:21 WIB
Proses evakuasi 4 bus yang terlibat kecelakaan beruntun di KM 69 Tol Tangerang-Merak, Sabtu (16/10/2021). Dokumen Polda BantenProses evakuasi 4 bus yang terlibat kecelakaan beruntun di KM 69 Tol Tangerang-Merak, Sabtu (16/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, terjadi kecelakaan tabrakan beruntun yang melibatkan empat bus pariwisata di Tol Tangerang-Merak kilometer 69. Akibatnya, seorang pengemudi bus tewas dan 19 orang mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, keempat bus berjalan beriringan dari Jakarta ke Merak.

Bus paling depan mengurangi kecepatan dengan mendadak, membuat tiga bus di belakangnya tidak bisa menghindar.

Ketika bus yang melaju kencang, beriringan, dan tidak menjaga jarak aman, kejadian seperti tabrakan beruntun pasti sulit dihindari. Hal ini bahkan masih menjadi kebiasaan para pengemudi bus di Indonesia.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah WSBK dan MotoGP, Bendera Indonesia Dilarang Berkibar

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by JDM Project / JODDY KALIMALANG (@jdmprojects)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, perilaku pengemudi bus yang bermasalah masih ada lagi, seperti tidak mau disalip dan merasa eksklusif di jalan.

“Masalah pengemudi ini harus diperhatikan oleh penumpang. Bisa kasih teguran, diberi peringatan kepada pengemudi dan laporkan kepada manajemen bus,” ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (18/10/2021).

Sayangnya, penumpang masih takut untuk mengingatkan pengemudi. Ada saja pengemudi yang ‘ngeyel’ saat diingatkan penumpang untuk lebih berhati-hati ketika mengemudi.

Baca juga: Viral, Video Pencuri Ban Serep Tertangkap Petugas di Tol Cipali

“Ini yang terjadi di sini, pada takut negur pengemudi dengan alasan waktu dan takut ketinggalan rangkaian. Padahal kita yang sewa dan bayar, penumpang punya hak untuk selamat, makanya harus tegas dan bikin komitmen di awal,” kata Sony.

Soal komitmen di awal, Sony menyarankan penyewa untuk membuat perjanjian hitam di atas putih dengan manajemen bus. Misalnya jika melanggar perjanjian, minta ganti rugi atau berhenti saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.