Alasan Pengembangan Mobil Listrik dalam Negeri Selalu Mandek

Kompas.com - 14/10/2021, 10:22 WIB

Ricky berujar bahwa alat seperti itu masih langka di pusat-pusat riset, misalnya saja di bengkel-bengkel yang ada di universitas jurusan teknik.

"Seharusnya peralatan peralatan macam laser cutting seperti ini ada di pusat pengembangan. Baik di BPPT atau bengkel-bengkel di universitas, supaya satu hari bisa bikin 10-20 prototipe. Tidak apa-apa seharusnya kita investasi Rp 40-50 miliar buat anak-anak (mahasiswa)," katanya.

Baca juga: Rossi Akhirnya Mengaku Belum Siap Pensiun dari MotoGP

Ricky juga menambahkan, pengembangan mobil listrik seharusnya bukan cuma bicara soal sosialisasi atau pembuatan regulasi belaka.

Namun, riset dan pengembangan juga harus dilakukan di dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi penikmat teknologi yang sudah jadi saja.

"Mobil listrik ini bicara siapa yang cepat bergerak bukan siapa cepat sosialisasi, bikin aturan, dan akhirnya tidak memberikan kesempatan pada potensi yang besar di Indonesia," kata Ricky.

Apabila tren percepatan ini hanya dimaknai sebagai penggunaan mobil listrik, tanpa diikuti dengan riset dan pengembangan, menurut Ricky, industri kendaraan listrik Indonesia baru bisa terwujud 20-30 tahun mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.