Innova Tabrak Separator Busway, Waspada Mengemudi di Malam Hari

Kompas.com - 14/10/2021, 07:09 WIB
Sebuah mobil Toyota Kijang Innova bernomor pelat KT 1201 CG menabrak separator busway di Jalan Sultan Iskandarsyah  mengarah ke Pondok Indah tepatnya dekat Holland Bakery, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (13/10/2021) sekitar 18.40 WIB. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSebuah mobil Toyota Kijang Innova bernomor pelat KT 1201 CG menabrak separator busway di Jalan Sultan Iskandarsyah mengarah ke Pondok Indah tepatnya dekat Holland Bakery, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (13/10/2021) sekitar 18.40 WIB.


JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudikan mobil saat malam hari kadang menjadi pilihan bagi pengguna jalan, mulai ketika hendak pulang kerja atau saat melakukan perjalanan ke luar kota.

Namun perlu di perhatikan, mengemudikan mobil di malam hari tak semudah saat siang hari, ada banyak halangannya. Apalagi dengan kondisi jalan yang gelap dan fisik yang lelah, mengemudi di malam hari bisa menjadi bahaya.

Seperti contoh insiden yang baru saja terjadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan (arah Pondok Indah), Rabu (13/20/2021). Pengemudi Toyota Kijang Innova diketahui menabrak separator busway hingga tersangkut setengah badan mobil.

Baca juga: Efek PPnBM 0 Persen, Penjualan Mobil Astra Tumbuh 78,8 Persen

Dikutip dari Megapolitan Kompas.com, pengemudi mobil tersebut mengatakan tidak melihat separator busway saat melintas. Sebab, situasi di sekitar lokasi kejadian cukup gelap.

“Ini lampu jalan terhalang pohon jadi gelap. Tadi saya melintas sekitar 40 km per jam. Mata saya kurang awas jadi enggak melihat ada separator jalan,” ucap Hendri.

Terakit hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, visibilitas menjadi salah satu alasan yang membuat risiko berkendara pada malam hari lebih besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi berkendara.Stanly/Otomania Ilustrasi berkendara.

“Seterang-terangnya lampu kendaraan kita, tetap jauh lebih terang cahaya saat siang hari. Hal ini membuat visibilitas kita terbatas saat malam hari,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Selain faktor visibilitas, kondisi biologis atau fisik manusia yang sudah menurun saat malam hari juga menjadi peluang meningkatkan risiko kecelakaan.

“Jam biologis manusia itu kalau sudah malam waktunya istirahat, kalau digunakan untuk tetap beraktifitas tentu ada batasnya. Pasti akan cepat lelah dan mengantuk,” kata Jusri.

Baca juga: Jalan di Indonesia yang Peninggalan Belanda Disebut Kurang Safety

Namun menurut Jusri, ada cara agar pengemudi tetap aman berkendara saat malam hari, salah satunya dengan mempersiapkan tubuh dengan istirahat yang cukup saat siang hari.

“Kalau terpaksa harus berkendara malam hari, lakukan persiapan dengan tidur siang. Ini akan membantu badan lebih segar saat malam hari,” ucapnya.

Dengan kondisi badan yang lebih segar dan siap, kewaspadaan saat berkendara pun tetap terjaga. Sehingga peluang terjadi kecelakaan bisa diminimalisir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.