Kuartal III/2021, Ekspor Mobil Buatan Indonesia Berangsur Pulih

Kompas.com - 14/10/2021, 09:42 WIB
Ekspor mobil TMMINEkspor mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat kinerja ekspor mobil buatan Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun ini, berhasil bergerak positif setelah sempat anjlok imbas pandemi Covid-19.

Dengan dukungan sembilan merek otomotif dari Jepang, Korea Selatan, dan China, kini jumlah ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih dalam keadaan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 207.411 unit.

Dibandingkan pencapaian di tahun lalu dalam periode yang sama, Januari-September, terjadi kenaikan 33,5 persen atau dari 155.382 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Naik Tipis di September 2021, Toyota Teratas

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Hanya saja, capaian tersebut belum sepenuhnya pulih apabila melirik angka ekspor produk otomotif sebelum terjadi pandemi. Pada 2019 misalnya, total pengkapalan tahunan mobil buatan Indonesia bisa mencapai 332.023 unit dengan rata-rata 25.000 unit tiap bulan.

Hal serupa juga terjadi pada sisi ekspor mobil secara terurai atau completely knocked down (CKD) dan ekspor komponen otomotif lainnya. Bahkan, angka yang tertera lebih fantastis dengan kenaikan masing-masing 101 persen dan 61,1 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ekspor dalam bentuk CKD, mencapai 511.425 unit set (sepanjang 2019) naik dari pencapaian Januari-Desember 2018 dengan 429.397 unit set. Tahun ini, baru menorehkan 75.028 unit set saja.

Lebih rinci, selama Januari-September 2021 ekspor mobil CBU tergolong fluktuatif. Terdapat beberapa faktor utama yang diduga menjadi penghambat seperti krisis global kelangkaan cip semi konduktor.

Baca juga: Komparasi Tarif Isi Daya Mobil Listrik di Indonesia dengan Negara Lain

Proses pengiriman mobil baru dari Pelabuhan Patimban.Kemenhub Proses pengiriman mobil baru dari Pelabuhan Patimban.

Pada enam bulan pertama, krisis ini belum terasa dampaknya. Tetapi memasuki penghujung kuartal III/2021, agaknya pabrikan di dalam negeri mulai terusik.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh data ekspor CBU yang turun 12 persen dibandingkan kuartal II/2021 (Maret-Juni 2021) yaitu dari 68.377 unit jadi 60.209 unit.

Ekspor secara CKD pun sama, tapi penurunannya tidak begitu tajam yaitu 5,95 persen saja atau dari 23.469 unit menjadi 22.072 unit. Sementara pada kegiatan pengkapalan komponen otomotif, turun 6,57 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.