Lalu Lintas Jakarta Padat, Wacana Penambahan Ruas Ganjil Genap Muncul

Kompas.com - 13/10/2021, 16:21 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan Tol Jagorawi di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (8/6/2020). Terpantau terjadi kepadatan kendaraan di Tol Jagorawi menuju arah Jakarta dari KM 13 Cibubur hingga KM 08 Cipayung. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan Tol Jagorawi di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (8/6/2020). Terpantau terjadi kepadatan kendaraan di Tol Jagorawi menuju arah Jakarta dari KM 13 Cibubur hingga KM 08 Cipayung.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat mobilitas masyarakat di wilayah DKI Jakarta agaknya sudah mulai meningkat dalam beberapa waktu belakangan, seiring penurunan level PPKM oleh pemerintah.

Dalam beberapa ruas bahkan sudah timbul kemacetan, sehingga membuat Polda Metro Jaya mempertimbangkan untuk menambahkan skema ganjil-genap untuk mengendalikannya.

"Tapi ini masih baru wacana. Dengan situasi pelonggaran PPKM berkorelasi dengan meningkatnya mobilitas, jadi mau tidak mau kita tambahkan untuk mengendalikan ruas tersebut," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Terpesan 600 Unit, Mana Mobil Listrik Hyundai yang Paling Laris

Suasana lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/5/2021). Pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, lalu lintas Jakarta kembali padat.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Suasana lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/5/2021). Pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, lalu lintas Jakarta kembali padat.

Ia menambahkan, berdasarkan pengamatan sementara didapat bila ruas jalan yang menerapkan ganjil genap, yaitu Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan HR Rasuna Said masih landai.

Sedangkan ruas di jalan lain rata-rata sudah mengalami peningkatan, Tapi untuk lebih lanjut mengenai ruas yang dipertimbangkan tersebut, belum bisa diinformasikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini masih ada tiga, ya mungkin kita lihat nanti kita harus berhitung dulu indeks mobilitas yang diperlukan gage itu dimana saja. Memang sudah mulai banyak peningkatan volume kendaraan di beberapa jalan," kata Argo.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Angka Tilang di Sukabumi Turun Drastis

Meski demikian, Argo belum bisa menyebutkan berapa dan ruas jalan mana saja yang bakal jadi sasaran pelaksanaan gage, karena masih menunggu saran dari beberapa pihak dan tingkat indeks kepadatan kendaraan.

Terutama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, mempertimbangkan indeks kepadatan kendaraan bermotor.

"Tergantung dari indeks kemacetannya, jadi bukan hanya karena visual tetapi karena memang lokasi disitu padat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.