Cara Mengetahui Besaran Pajak Kendaraan yang Harus Dibayar

Kompas.com - 12/10/2021, 18:12 WIB
sejumlah warga melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat. ari purnomosejumlah warga melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pajak wajib dibayarkan oleh pemilik kendaraan baik periode satu atau lima tahunan. Namun kebanyakan orang masih belum bisa mengetahui berapa besaran pajak yang harus dibayarkan.

Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dipengaruhi oleh berbagai faktor. Antara lain Nilai Jual Objek Pajak (NJKB), tarif pajak, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Baca juga: Taktik Kecil Marc Marquez Agar Kembali Kencang

Beberapa faktor tersebut kemudian membuat kemungkinan besaran pajak dapat berubah setiap tahunnya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung besaran pajak kendaraan.

Cara pertama yakni dihitung manual sesuai perhitungan pajak yang berlaku. Jika kendaraan yang dimiliki merupakan kendaraan pertama maka perhitungannya yakni tarif pajak sebesar 2 persen dikalikan NJKB dikalikan bobot koefisien kendaraan.

Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.ANTARA FOTO/SENO Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tarif pajak kendaraan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Untuk menghitung pajak kendaraan diperlukan rumus NJKB dikalikan dengan tarif pajak kemudian dikalikan berat jenis kendaraan. Sedangkan untuk pajak tahunan, hasilnya tadi ditambahkan dengan SWDKLLJ.

Baca juga: Belajar dari Peristiwa Sedan Terbakar di Tol JORR, Jangan Panik

Sedangkan untuk SWDKLLJ sudah ditetapkan untuk tiap daerah. Misalnya DKI Jakarta, Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu mengatakan, untuk besaran SWDKLLJ sudah ditetapkan.

“SWDKLLJ untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 35.000 sedangkan roda empat sebesar Rp 143.000. Dari hasil itu diketahui nanti pajaknya berapa,” kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Keramaian kantor Samsat Jakarta Barat pada H-3 penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Rabu (12/12/2018).Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM Keramaian kantor Samsat Jakarta Barat pada H-3 penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Rabu (12/12/2018).

Misalkan, sepeda motor dengan NJKB sebesar Rp 15 juta, maka perhitungannya sebagai berikut, tarif pajak 2 % X Rp 15 juta X 1 (koefisien kendaraan) = Rp 300.000.

Maka tarif pajak kendaraan sebesar Rp 300.000. Sedangkan untuk pajak tahunan jumlah tersebut ditambahkan dengan SWDKLLJ Rp 35.000, sehingga total pajak yang harus dibayarkan yakni Rp 335.000.

Baca juga: Skutik Mini Honda Metropolitan Harganya Setara PCX 160

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.