Tren Penurunan Harga Baterai Terhambat, Mobil Listrik Belum Bisa Murah

Kompas.com - 08/10/2021, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga bahan baku baterai, yakni lithium sempat melonjak dalam setahun terakhir. Kondisi hukum ekonomi terjadi, karena suplai yang tersedia lebih sedikit ketimbang permintaan yang ada.

Dilansir dari Automotive News Europe (7/10/2021), saat ini penambang lithium berusaha meningkatkan pasokan.

Namun masih tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang digunakan untuk mobil listrik dan penyimpanan energi terbarukan.

Baca juga: Solidaritas Pengemudi Truk Patah oleh Penjahat Bersenjata

Ilustrasi bijih lithium untuk baterai mobil listrikeurope.autonews.com Ilustrasi bijih lithium untuk baterai mobil listrik

Padahal transisi energi hijau telah mempercepat adopsi EV dan konsumsi lithium global, yang diperkirakan tumbuh lima kali lipat pada akhir dekade ini.

“Seiring kenaikan harga sekarang, akan ada proyek dan ekspansi yang akan membantu meningkatkan pasokan untuk memenuhi permintaan,” ujar Cameron Perks, analis dari Benchmark Mineral Intelligence yang berbasis di Melbourne, Australia.

“Ada juga kemungkinan bahwa lithium yang bisa ditambang tidak cukup, maka itu berdampak pada melambatnya peluncuran EV,” kata Perks.

Baca juga: Kebiasaan Buruk Pengemudi yang Bisa Merusak Transmisi Mobil Matik

ILustrasi mobil listrikDok. Pixabay.com ILustrasi mobil listrik

Bisa dibilang kenaikan harga juga terjadi hampir di seluruh rantai pasok. Saat ini, produsen baterai juga tengah dihadapkan dengan tingginya harga kobalt dan tembaga.

Sementara itu, James Frith, analis Bloomberg New Energy Finance, mengatakan, selama satu dekade terakhir terjadi penurunan harga baterai yang signifikan.

Namun tren penurunan tersebut akan terhenti karena meningkatnya bahan baku, akibat dari kelangkaan lithium.

Meski begitu, produsen mungkin masih bisa mengimbangi kenaikan tersebut dengan peningkatan produksi, atau beralih ke bahan kimia baterai yang lebih murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.