Sistem Lalu Lintas Digital Solo Lumpuh 10 Hari, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 08/10/2021, 07:02 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di bawah kamera Closed Circuit Television (CCTV) di salah satu ruas jalan,  di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2021). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencanangkan penerapan tilang elektronik  atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional sebagai salah satu program prioritas dengan target penerapan tahap pertama dimulai pada Maret 2021 di 10 Polda dan tahap kedua Pada April 2021 di 12 Polda. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp. ANTARA FOTO/ARNAS PADDASejumlah kendaraan melintas di bawah kamera Closed Circuit Television (CCTV) di salah satu ruas jalan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2021). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencanangkan penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional sebagai salah satu program prioritas dengan target penerapan tahap pertama dimulai pada Maret 2021 di 10 Polda dan tahap kedua Pada April 2021 di 12 Polda. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kota Solo akan menghentikan aktivasi pengawasan arus lalu lintas secara digital atau online, melalui 166 CCVT yang terpasang di puluhan lokasi pemantauan selama 10 hari.

Situasi ini merupakan imbas dari pemindahan fasilitas ruang pengendalian ke lokasi yang disebut lebih representatif. Adapun jangka waktu yang diperkirakan ialah selama 8-18 Oktober 2021.

"Ini dampak pekerjaan migrasi CC Room dari ruangan lama yang ke ruangan baru," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, Kamis (07/10/2021).

Baca juga: Ini Kalender Sementara MotoGP 2022, GP Mandalika Digelar Maret

Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.RINDI NURIS VELAROSDELA Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.
 

Selain itu, sistem online lainnya di dinas tersebut juga lumpuh, termasuk server Area Traffic Control System (ATCS). Tidak terkecuali juga, fasilitas e-parkir, e-tiket dan e-uji.

Hanya saja, pihak terkait memastikan bahwa pengawasan lalu lintas tetap akan dioptimalkan dengan pengerahan petugas ke lapangan. Mereka akan mengawasi sejumlah persimpangan maupun titik-titik rawan macet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semua CCTV pantauan lalu lintas dan alat recording dalam kondisi mati," kata Ari.

Baca juga: Cara Mudah Hilangkan Jamur pada Kaca Mobil, Modal Pasta Gigi

Sedangkan layanan call centre masih tetap aktif. Menurut Ari, masyarakat masih bisa memberikan informasi mengenai situasi lalu lintas melalui sarana tersebut.

Ia berharap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini. Sebab, migrasi ruang kontrol harus dilakukan agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.