Penyebab Perilaku Sopir Truk Kerap Agresif di Jalan

Kompas.com - 06/10/2021, 19:11 WIB
Manuver truk di jalan tol INSTAGRAM/DASHCAM_OWNERS_INDONESIAManuver truk di jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengemudi truk di jalan raya kadang membuat kesal pengguna jalan lain. Misalnya mereka kerap berjalan lambat, atau sering melakukan manuver yang agresif sehingga membahayakan pengguna jalan lain.

Bisa dilihat di video yang diunggah akun dashcam owners Indonesia di Instagram. Pada video tersebut, terlihat sebuah truk yang pindah ke lajur 3, padahal di belakangnya ada kendaraan perekam yang melaju cukup kencang.

Karena kaget, mobil perekam pun langsung menekan klakson panjang sambil menghindari truk tersebut. Truk yang pindah lajur dengan cepat memang kerap mengagetkan, seharusnya pengendara lain juga lebih berhati-hati saat mengemudi di dekat truk.

Baca juga: Akhirnya Daihatsu Buka Suara soal Generasi Baru Avanza-Xenia

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada tiga asumsi mengapa pengemudi truk kerap lakukan manuver yang tiba-tiba. Pertama karena blind spot yang besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Blind spot truk yang besar membuat pengemudi tidak melihat kendaraan lain dari arah belakang,” ucap Sony kepada Kompas.com, Rabu (6/10/2021).

Kemudian, dari video juga terlihat pengemudi truk mau menyalip truk lain yang ada di depannya. Lalu lintas yang ramai tadi membuat pengemudi ingin cepat-cepat ambil kesempatan untuk menyalip.

Baca juga: Masa Berlaku SIM 5 Tahun Dinilai Kurang Efektif

“Jika tidak diambil, maka dia akan stuck di belakang rombongan truk yang ada. Kalau sudah terjebak, akselerasi untuk menyalip butuh waktu dan bahan bakar yang lebih,” kata Sony.

Terakhir, ada saja pengemudi yang cuek dengan kondisi lalu lintas yang ada. Sony beranggapan pengemudi sudah kelelahan oleh banyaknya pekerjaan yang dilakukannya.

“Ketika hal ini terabaikan, maka mereka (pengemudi truk) tidak bisa berpikir jernih. Jadi bermodalkan skill dan body kendaraan yang besar, mereka berperilaku arogan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.