Viral Video Truk Hadang Bus yang Lawan Arah di Lamongan

Kompas.com - 03/10/2021, 15:02 WIB
Tangkapan layar video yang menampilkan situasi percekcokan antara sopir bus dan sopir truk beredar di media sosial. FACEBOOKTangkapan layar video yang menampilkan situasi percekcokan antara sopir bus dan sopir truk beredar di media sosial.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan konflik antara sopir bus dan truk beredar di media sosial yang diunggah akun Facebook Pusat Info Gresik, Jumat (1/10/2021).

Dalam video tersebut, terlihat sebuah bus melakukan aksi melawan arus lalu lintas dengan mengambil jalur dari arah berlawanan, yang berlanjut dengan penghadangan oleh sopir truk berwarna oranye.

Menanggapi sikap sopir truk tersebut, kru bus yang bersangkutan langsung turun dari kendaraan dan bersitegang dengan sopir truk.

Baca juga: Bea Cukai Batam Lelang Nissan GT-R R34, Limit Mulai Rp 500 Jutaan

Mengutip Kompas.com, Kanit Turjawali Satlantas Polres Lamongan Ipda Endro Widodo mengkonfirmasi mengenai kejadian tersebut.

Menurut Endro, kejadian berlokasi di Jalan Rejosari, Lamongan, Jawa Timur. Bus yang melawan arus tersebut melaju dari arah barat menuju ke timur (Surabaya).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disebabkan adanya aktivitas pengerjaan jalan di wilayah Nginjen, Lamongan, arus lalu lintas dari arah barat menjadi tersendat.

Kondisi tersebut memotivasi sopir bus mengambil jalan pintas dengan mengambil jalur dari arah berlawanan. Pada saat bersamaan, terdapat truk oranye melaju dari arah timur yang akhirnya menghadang laju bus sebagai bentuk peringatan agar tidak melawan arus lalu lintas.

Baca juga: Pertamax Turbo Turun, Ini Perbandingan Harga BBM Pertamina dan Shell

Menilik aturan yang berlaku, tertulis tegas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bahwa dilarang melakukan aksi melawan arus lalu lintas.

Pada Pasal 106 ayat (4), dinyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan yang ditetapkan, salah satunya adalah marka jalan yang jadi pembatas antar jalur lalu lintas.

Pengendara motor melawan arus di Jalan TB SimatupangSandro Gatra/KOMPAS.com Pengendara motor melawan arus di Jalan TB Simatupang

Jika melanggar, pada Pasal 287 ayat (1) undang-undang yang sama, disebutkan sanksi tegas berupa pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.