Ingat Kapan Waktunya Ganti Engine Mounting Sebelum Aus

Kompas.com - 03/10/2021, 10:41 WIB
Tampilan ruang mesin Toyota Raize KOMPAS.com/DIO DANANJAYATampilan ruang mesin Toyota Raize

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam menunjang kenyamanan mengemudi, terdapat satu komponen pada ruang mesin yang memiliki peran penting, yakni engine mounting.

Engine mounting berguna sebagai dudukan mesin pada bodi atau sasis, sehingga posisi mesin tetap terjaga. Selain itu, komponen ini juga meredam getaran yang dihasilkan mesin agar tidak terasa sampai ke kabin.

Sama seperti komponen lainnya pada sebuah mobil, engine mounting juga memiliki usia pakai dan wajib diganti dengan yang baru jika sudah melebihi masanya.

Memang betul bahwa engine mounting masuk dalam kategori slow moving parts yang berarti memiliki usia pakai lama, tapi jangan sampai lupa dengan interval penggantiannya.

Baca juga: Kecelakaan Mobil Terjun Bebas dari Tol, Ingat Aturan Batas Kecepatan

Terdapat sejumlah risiko dan dampak negatif jika telat mengganti engine mounting. Hal tersebut dijelaskan oleh Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tampilan ruang mesin Hyundai PalisadeKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tampilan ruang mesin Hyundai Palisade

"Ada getaran berlebih di mesin atau bunyi yang tidak normal. Pada kasus yang ekstrem, saat tidak mengganti engine mounting menyebabkan mesin akan jatuh dari dudukannya," ujar Supriyadi.

Yang dimaksud mesin terjatuh pada hal ini bukanlah jatuh ke jalan, namun jatuh dari posisinya. Saat mesin terjatuh, kerusakan pada pipa dapat terjadi seperti patah karena tertarik atau tergencet.

Baca juga: BMW Indonesia Digugat Konsumen, Minta Ganti Rugi Rp 4,5 Miliar

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi pada kesempatan yang berbeda menjelaskan bahwa usia pakai engine mounting umumnya mencapai 100.000 kilometer. Jika sudah mencapai interval tersebut, maka sebaiknya diganti dengan yang baru.

“Kalau sudah aus engine mounting-nya, timbul getaran yang besar di dalam kabin. Getaran ini membuat tidak nyaman bagi pengemudi dan penumpang,” kata Didi.

Engine mounting itu biasanya ada tiga atau empat untuk penggerak roda depan, sedangkan kalau penggerak belakang ada dua. Penggerak depan lebih banyak karena termasuk transaxle,” kata Didi lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.