Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modifikasi Engine Swap, Masuk Pelanggaran Lalin atau Pemalsuan?

Kompas.com - 17/09/2021, 08:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi engine swap atau mengganti mesin kendaraan relatif umum dilakukan pemilik mobil. Upaya ini biasanya dilakukan demi performa, period correct, atau sekadar gaya.

Namun, tidak sedikit juga yang melakukan engine swap karena masalah teknis atau usia mesin yang sudah jauh dari kata prima.

Aktivitas penggantian mesin ini sejatinya boleh dilakukan, asalkan legal. Artinya, kendaraan yang engine swap wajib melaporkan pada pihak kepolisian untuk melakukan pembaharuan dokumen kepemilikan yang mencantumkan identitas kendaraan tersebut.

Baca juga: Pabrikan Tidak Sarankan Ubah Klakson Truk Jadi Model Angin, Bisa Bikin Rem Blong

Jika legalitasnya tidak jelas, pemilik akan kesulitan mengurus pajak lima tahunan dan kegiatan administrasi lainnya yang membutuhkan cek fisik kendaraan seperti nomor mesin dan rangka sesuai faktur awal.

"Apabila kedapatan STNK datanya tidak sama sesuai dengan nomor mesin dan sebagainya perlu penelitian lebih lanjut, bisa terjadi pelanggaran atau bisa terjadi juga tindak pidana pemalsuan," kata Budiyanto, pemerhati masalah transportasi kepada Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Budiyanto mengatakan, untuk mengganti mesin, pemilik kendaraan wajib memiliki nota pembelian mesin baru beserta faktur impor sebelum melakukan engine swap.

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya ini mengatakan, proses penggantian mesin relatif tebal persyaratannya.

Mulai kuitansi pembelian, surat keterangan mesin bermasalah atau tidak, kemudian cek fisik, dan sebagainya.

"Kemudian didaftarkan di registrasi dan identifikasi pendaftaran kendaraan bermotor. Setelah persyaratan lengkap baru diproses dan akan keluar STNK baru sesuai identitas yang baru," katanya.

Proses serta persyaratan yang ribet ini, kerap diabaikan para pemodifikasi mobil karena menghabiskan biaya tidak murah dan waktu yang relatif lama. Sumber pasokan mesin yang digunakan untuk engine swap juga biasanya bukan bengkel atau importir resmi.

Baca juga: Hindari Baut Roda Slek, Begini Cara Ideal Lepas dan Pasangnya

Pemalsuan

Budiyato mengatakan, pemalsuan berhubungan dengan surat-surat dengan cara membuat surat palsu atau memalsukan surat yang menimbulkan sesuatu hak, perikatan dan lain-lain.

"Atau yang diperuntukan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu dan menimbulkan kerugian," katanya.

Menurut Budiyanto, pemalsuan dapat terjadi apabila memalsukan STNK dengan mengubah data seolah-olah benar atau tidak palsu sesuai dengan identitas kendaraan bermotor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau