Kecelakaan Mobil Terjun Bebas dari Tol, Ingat Aturan Batas Kecepatan

Kompas.com - 02/10/2021, 07:22 WIB
Kondisi kendaraan yang ditumpangi korban saat kecelakaan, Jumat (1/10/2021). Dok Polisi Jalan Raya (PJR) SerangKondisi kendaraan yang ditumpangi korban saat kecelakaan, Jumat (1/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan pada Honda Brio merah terjun bebas dari Tol Tangerang-Merak Km 79, Jumat (1/10/2021), pukul 13.30 WIB.

Melansir Kompas.com, kronologi kecelakaan bermula saat mobil dengan nomor polisi A 1183 T tersebut melaju di lajur dua dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi, pengemudi hilang kendali lantas menabrak pagar pembatas lalu terjun dan berakhir di kolong jembatan.

Belajar dari kejadian tersebut, setiap pengguna jalan tol wajib memahami bahwa ada aturan mengenai batas kecepatan maksimal yang ditetapkan. Rambu-rambu pun sudah terpasang untuk menegaskan kembali aturan batas kecepatan tersebut.

Baca juga: Usik SUV Jepang, Peugeot Hadirkan Versi Murah 3008 dan 5008 Facelift

Aturan mengenai batas kecepatan di jalan tol telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tepatnya pada Pasal 23 ayat 4.

Tol Tangerang-MerakAstra Infra Tol Tangerang-Merak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam aturan tersebut tertulis bahwa batas kecepatan di jalan tol paling rendah adalah 60 kilometer per jam. Sedangkan batas maksimalnya adalah 100 kilometer per jam.

Dari perspektif keselamatan berkendara, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, kebiasaan mengebut di jalan tol tidak terlepas dari pola pikir si pengemudi.

Baca juga: Ada Aturan Baru Ganjil Genap di Bandung Mulai Hari Ini

Ketika pengemudi melintas di jalanan yang lengang seperti di jalan tol yang minim hambatan, maka pikirannya akan terpantik untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

“Karena pola pikir pengemudi, mereka egois. Apalagi selama ini tidak ada yang menindak. (Jadi) kalau bisa (mengebut) kenapa tidak,” kata Sony saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama ini masih banyak pengemudi yang tidak memikirkan konsekuensi atau akibat yang bisa ditimbulkan dari perilaku mengebutnya tersebut. Padahal ketika seseorang memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan, hal di luar perkiraan sangat bisa terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.