Ribuan Kendaraan Pelanggar Mulai Terjerat Operasi Patuh Jaya

Kompas.com - 24/09/2021, 08:02 WIB
Operasi Patuh Jaya 2019 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019). Foto: Stanley RavelOperasi Patuh Jaya 2019 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki hari keempat Operasi Patuh Jaya 2021, tercatat sebanyak 2.600 kendaraan melanggar aturan lalu lintas terjerat di jalan.

Direktur Lalu Lintas, Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya mengatakan, pelanggaran tersebut meliputi rambu-rambu, ganjil genap, tidak menggunakan helm, pemakaian rotator dan lain sebagainya.

“2.600 itu gabungan seluruh pelanggaran. Macam-macam. Pelanggaran rambu, pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran-pelanggaran lainnya termasuk melawan arus,” ucap Direktur Lalu Lintas, Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Mulai Masuk Musim Penghujan, Simak Tips Atasi Ban Mobil Selip

Lebih lanjut lagi Sambodo mengungkapkan, dari sejumlah pelanggaran ada sebanyak 71 kendaraan yang telah ditilang karena memasang rotator. Polisi memerintahkan pencopotan dan penilangan kepada kendaraan tersebut.

“Pelanggaran rotator saja itu sudah ada kurang lebih 71 kendaraan yang kita tindak dengan tilang. Kita perintahkan untuk mencopot rotatornya,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Razia Rotator Razia Rotator

Sambodo mengatakan, pihaknya melakukan pencopotan dan penilangan karena hal itu melanggar peraturan dan meresahkan masyarakat.

Rotator itu hanya digunakan untuk kendaraan dinas, bukan untuk kendaraan pribadi. Kendaraan dinas yang menggunakan pelat hitam maka disamakan dengan kendaraan pribadi,” ucap Sambodo.

Baca juga: Alasan Pemotor Wanita Kerap Melakukan Kesalahan Saat Berkendara

Perlu dicatat, bahwa penggunaan lampu strobo dan sirine sudah diatur pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada Pasal 134 UU LLAJ sudah jelas hanya ada tujuh pengguna jalan yang memiliki hak utama. Kendaraan sipil atau berpelat nomor hitam tidak termasuk dalam pengguna jalan yang memiliki hak utama. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.