Imbas Krisis Cip, Industri Otomotif Global Bisa Rugi Rp 2,9 Triliun

Kompas.com - 23/09/2021, 17:47 WIB
Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
|

JAKARTA ,KOMPAS.com - Krisis pasokan komponen cip semikonduktor diprediksi akan membuat industri otomotif global merugi hingga 210 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 2.982 triliun pada tahun ini.

Pasalnya, kekurangan suplai tersebut meningkatkan beban biaya perusahaan pembuat kendaraan bermotor sampai dengan 90 persen. Sementara keadaan saat ini, belum turut membaik.

Demikian hasil riset terbaru dari AlixPartners, sebagaimana dilansir Bloomberg pada Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Efek Semikonduktor, Penjualan Honda Menyusut di Agustus 2021

Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,PAULTAN.org Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,

Ini merupakan proyeksi ketiga yang dirilis perseroan pada tahun ini untuk melihat dampak krisis cip. Sebelumnya, kerugian industri otomotif diperkirakan 61 miliar dollar AS saja, lalu direvisi menjadi 110 miliar dollar AS di Mei 2021.

Sejalan dengan hal itu, produksi kendaraan tahun ini juga diperkirakan akan turun 7,7 juta. Gampir dua kali lipat dari prediksi konsultan sebelumnya yang memperkirakan hanya akan berkurang 3,9 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun upaya berkelanjutan untuk menopang rantai pasokan terus dilakukan di berbagai negara namun ketersediaan semikonduktor semakin menipis karena produsen mobil dan industri lainnya sudah tidak memiliki cadangan lagi.

“Pasokan sejumlah produsen mobil sudah kosong, tidak ada yang tersisa untuk dikikis. Ke depan, penjualan akan menurun," ujar Direktur Pelaksana Praktik Otomotif dan Industri AlixPartners, Dan Hearsch.

"Penjualan terkini tidak terganggu karena memang masih ada cukup persediaan untuk diambil tetapi ke depan persediaan sudah tidak ada lagi," lanjut dia.

Produsen mobil sudah memperingatkan bahwa dampak dari kekurangan pasokan semikonduktor itu akan merembet kemana-mana dan dapat menekan pendapatan pada kuartal III 2021.

Baca juga: Pertamina Mulai Salurkan Solar Standar Euro 4 untuk Industri Otomotif

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Pusat-pusat pemasok utama cip di Asia Tenggara menghadapi penutupan pabrik di tengah peningkatan penyebaran kasus Covid-19. Waktu untuk memenuhi pesanan cip sudah masuk ke rekor terlama saat ini yakni membutuhkan 21 minggu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.