Operasi Patuh Jaya Saat Pandemi, Petugas Diharapkan Lebih Mengedukasi

Kompas.com - 21/09/2021, 11:22 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu. KOMPAS.com/FITRI PRAWITASARIDirektorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian kembali menggelar Operasi Patuh Jaya, mulai 20 September hingga 3 Oktober 2021. Meskipun di masa pandemi, tapi ketertiban lalu lintas harus tetap diutamakan.

Operasi Patuh Jaya merupakan operasi kepolisian di bidang lalu lintas yang digelar setiap tahun dalam rangka membangun disiplin berlalu lintas.

Pihak kepolisian tidak sendirian, dalam operasi ini juga akan melibatkan pihak lain yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan TNI, serta pihak lainnya.

Baca juga: Mulai Hari Ini Polda Jatim Gelar Operasi Patuh Semeru 2021

Pemerhati masalah transportasi yang juga mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Budiyanto mengatakan, Operasi Patuh Jaya dalam situasi normal biasanya penekanan pada penegakan hukum, baik represif justice atau tilang, maupun non justice dengan teguran.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan merazia kendaraan yang parkir liar di Jalan Widya Chandra, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis siang (27/10/2016).Nibras Nada Nailufar Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan merazia kendaraan yang parkir liar di Jalan Widya Chandra, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis siang (27/10/2016).

"Pelaksanaan Operasi Patuh saat ini bersamaan dengan situasi pandemi. Sehingga, diharapkan sasarannya atau cara bertindak pun dapat menyesuaikan," ujar Budiyanto, dalam keterangan resminya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budiyanto menambahkan, tindakan petugas penekanan diharapkan dengan cara-cara yang mengedukasi atau mendidik. Sehingga, perlu cara atau tindakan-tindakan yang harmonis atau paralel antara kegiatan preemtif, preventif, dan represif terbatas.

Baca juga: Ini Cakupan Wilayah Operasi Patuh Jaya 2021

"Pertama tindakan preemtif, memberikan pemahaman kepada kelompok-kelompok masyarakat yang terorganisir maupun kelompok tidak terorganisir, sosialisasi peraturan perundang-undangan, kampanye keselamatan, dan sebagainya," kata Budiyanto.

Razia knalpot bising Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya Razia knalpot bising

Kedua, menurut Budiyanto, tindakan preventif, seperti penjagaan, patroli, pengaturan pada lokasi rawan macet, pelanggar, dan kecelakaan. Tindakan ketiga, melaksanakan tindakan represif terbatas dan selektif pada pelanggaran tertentu.

"Dengan tindakan-tindakan yang harmonis tersebut, diharapkan bahwa Operasi Patuh ini mampu menyadarkan dan membangun disiplin berlalu lintas, sekaligus momentum untuk menguatkan disiplin prokes selama pandemi masih ada," ujar Budiyanto.

Sejumlah pelaku yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan diberikan hukuman mendorong motor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Sejumlah pelaku yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan diberikan hukuman mendorong motor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari.

Budiyanto mengatakan, dirinya berharap Operasi Patuh ini mampu mengubah situasi disiplin lalu lintas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, setiap petugas yang terlibat jangan terjebak pada situasi dan kondisi rutinitas.

"Namun,  harus memiliki tekad yang kuat untuk membangun masyarakat, khususnya pengguna jalan untuk tetap disiplin berlalu lintas dan menguatkan disiplin prokes," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.